Warga Keluhkan Dampak Proyek Pembangunan LRT Bikin Rumah Retak dan Bising

Selain itu, aktivitas konstruksi LRT yang berada di samping Jalan Tol Jakarta Cikampek itu kerap melakukan aktivitas pengerjaan di malam hari.

Warga Keluhkan Dampak Proyek Pembangunan LRT Bikin Rumah Retak dan Bising
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Warga Perumahan Pengarian, Pekayon Jaya, Bekasi Selatan, mengeluh sejumlah bangunan rumah retak Imbas Proyek pembangunan LRT. 

Kebanyakan dari warga sudah menetap sejak tahun 1990an.

Warga Perumahan Pengarian, Pekayon Jaya, Bekasi Selatan, mengeluh sejumlah bangunan rumah retak Imbas Proyek pembangunan LRT.
Warga Perumahan Pengarian, Pekayon Jaya, Bekasi Selatan, mengeluh sejumlah bangunan rumah retak Imbas Proyek pembangunan LRT. (TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR)

Kawasan Perumahan Pengairan sendiri masuk dalam prospek pelebaran Jalan arteri Kalimalang untuk menunjang proyek Tol Becakayu di sepanjang jalan tersebut.

Namun sampai saat ini, proses pembebasan lahan masih belum rampung lantaran terkendala negosiasi dan nilai ganti rugi yang harus dibayarkan.

"Masih dalam proses, terakhir dari pihak appraisal BPN nilainya belum sesuai karena hanya dihargai Rp 9,5 juta per meter, kami sempat melakukan appraisal sendiri dengan pihak yang sudah ahli bawa nilai harga jual tanah di sini sudah mencapai Rp 17 juta per meter," kata Sapto

Untuk itu, warga berharap ada kebijakan dan keadilan dalam proses pembesan lahan, sebeb selama ini warga merasa sudah tidak layak tinggal di Perumahan tersebut akibat imbas dari sejumlah proyek di dekat kawasan perumahan.

"Kalau dari warga sebenarnya ingin ada keadilan dan kelayakan, karena saat ini juga kita sudah terkena imbas dari sejumlah proyek, mulai dari bajir, dinding bangunan retak, bahkan bising," katanya.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved