Breaking News:

Ribut-ribut Soal Honor Penari Ratoh Jaroe, Ini Fakta Sebenarnya Versi INASGOC dan Sekolah

Di balik indahnya tari Ratoh Jaroe saat opening ceremony Asian Games, mencuat isu tak sedap soal honor belum diterima penari. Ini fakta sebenarnya.

Penulis: Yogi Gustaman | Editor: Wahyu Aji
Tangkapan layar YouTube Surya Citra Televisi (SCTV)
Tari Ratoh saat opening ceremony Asian Games 2018. 

Ketika itu, Yusri bertolak ke Jakarta untuk merantau. Berbekal bakat seni yang dimilikinya, Yusri mengembangkan sebuah tarian.

"Ya benar, tarian sebagai pembuka pada ajang Asian Games kemarin diciptakan seorang pria yang berasal dari Aceh yang dikenal dengan Dek Gam," ujar Ari.

Setelah itu, tarian kreasi mulai berkembang di Jakarta menyebar di sekolah-sekolah di Ibu kota. Hingga akhirnya, festival kesenian mulai digelar dan tarian ini semakin populer.

Ratoh Jaroe berkembang dengan inspirasi dasar tarian dari Aceh dengan unsur kebersamaan dan kekompakan.

Perbedaan dengan tari Saman

Kebanyakan orang melihat Ratoeh Jaroe sama dengan tari Saman. Kenyataanya, kedua tarian tersebut tidak sama.

"Tari Saman merupakan tarian yang pemainnya adalah sekelompok laki-laki dan tarian itu berasal dari suku Gayo Aceh," kata Ari.

Tari Saman ditarikan oleh pria dengan jumlah penari ganjil dan dikendalikan oleh seorang Penangkat yang duduk paling tengah dalam formasi penari.

Sementara, Ratoh Jaroe ditarikanoleh kelompok wanita berjumlah genap, paling sedikit 10 orang. Selain itu, diiringi oleh penyair berbahasa Aceh dan tambahan suara rapai (gendang tradisional Aceh).

Tarian ini dipimpin oleh syeh (penyanyi) dengan syair dalam bahasa Aceh. Namun, mereka biasanya berada di sisi kanan atau kiri penari tanpa masuk ke barisan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved