Asian Games 2018

Siswi SMA 23 Jakarta Mengaku Belum Terima Honor Pembukaan Asian Games, Ini Penjelasan Sekolah

Total ada 83 siswi SMA 23 Jakarta yang menjadi penari Ratoh Jaroe saat pembukaan Asian Games 2018 pada 18 Agustus 2018 lalu.

Siswi SMA 23 Jakarta Mengaku Belum Terima Honor Pembukaan Asian Games, Ini Penjelasan Sekolah
TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra
SMA 23 Jakarta 

TRIBUNJAKARTA.COM, GROGOL PETAMBURAN - SMA 23 Jakarta men‎jadi sorotan karena diduga tidak membayar uang honor kepada para siswinya yang menjadi penari Ratoh Jaroe saat pembukaan Asian Games 2018.

Total ada 83 siswi SMA 23 Jakarta yang menjadi penari Ratoh Jaroe saat pembukaan Asian Games 2018 pada 18 Agustus 2018 lalu.

Satu diantara siswi ‎SMA 23 Jakarta berinisial S (16) yang menjadi penari Ratoh Jaroe membenarkan dirinya belum menerima uang atas penampilannya di pembukaan Asian Games.

"Iya memang belum nerima uang sama sekali dari pihak sekolah," ujar S saat ditemui di SMA 23 Jakarta, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Rabu (19/9/2018).

S mengatakan ia dan 82 rekannya yang menjadi penari Ratoh Jaroe sudah berulang kali meminta ‎kejelasan kepada pihak sekolah terkait honor yang mereka terima.

Wakil Kesiswaan SMA 23 Jakarta Edi Susilo.
Wakil Kesiswaan SMA 23 Jakarta Edi Susilo. (TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra)

Namun dikatakannya, pihak sekolah hanya menawarkan untuk jalan-jalan dan membuat jaket untuk kenang-kenangan.

‎"Ditawarinnya itu mau jalan-jalan apa beli jaket. Tapi kami itu mintanya uang tunai aja," kata S yang diamini rekannya yang juga penari Ratoh Jaroe.

Saat dikonfirmasi, Wakil Kesiswaan SMA 23 Jakarta Edi Susilo membantah pihaknya menahan uang honor kepada para siswa penari Ratoh Jaroe.

‎Dikatakan Edi, pihak sekolah baru menerima transferan termin ketiga untuk pembayaran penari Ratuh Jaroe pada malam kemarin.

Dikatakannya, uang itu diterima dari pihak Lima Arus selaku Event Organizer yang menghubungkan antara pihak sekolah dengan INASGOC pada malam kemarin.

"Untuk termin yang terakhir itu kita baru terima semalam, saya belum cek berapa jumlah uangnya karena yang tahu bendahara," kata Edi di SMA 23 Jakarta.

Selain itu, Edi ‎menyebut dalam kesepakatan yang ditandatangani pihak sekolah dengan Lima Arus tidak ada sama sekali tertulis uang honor.

"Yang ada itu hanya uang operasional yang sekolah gunakan untuk membiayai seluruh kegiatan siswi saat latihan. Misalnya untuk uang transport, uang makan, sewa kendaraan itu semua kita yang bayar pakai uang operasional itu. Jadi enggak ada sama sekali namanya uang honor," bantah Edi.

Jelang Laga Persib Vs Persija, Teco Optimis Timnya Lebih Kuat dengan Kembalinya 2 Pemain Ini

Polemik Kepulangan Rizieq Shihab dari Dicekal, Sindiran Kontrak Politik Hingga Kabar SP3 Kasus

Tak Kenal Lelah, Pemilik Zodiak Ini Dikenal Selalu Berusaha dan Bangkit dari Kegagalan

Edi menambahkan rencananya paling lambat pada Jumat (21/9/2018) lusa pihak sekolah akan memberikan sisa uang operasional kepada siswinya.

"Paling lambat itu Jumat kita akan kasih uangnya, tapi tentunya setelah kita potong dengan uang operasional mereka selama latihan di Senayan. Karena uang itu memang uang operasional bukan uang honor," kata Edi.

Penulis: Elga Hikari Putra
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved