Disebut Penuhnya Gudang Beras Milik Bulog Bukan Masalah Kementrian Perdagangan, Buwas: Matamu!

Polemik Buwas dan Mendag Enggar diawali sikap tegas Buwas yang menolak kebijakan dilakukannya kembali impor beras.

Disebut Penuhnya Gudang Beras Milik Bulog Bukan Masalah Kementrian Perdagangan, Buwas: Matamu!
TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Direktur Utrama Bulog Komjen (Purn) Budi Waseso ditemui usai peresmian Yayasan Solusi Pemersatu Bangsa di Belleza Shopping Arcade, Grogol Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (1/6/2018). TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA 

TRIBUNJAKARTA.COM - Direktur Utama Perum Bulog (Badan Urusan Logistik), Budi Waseso, geram dengan sikap apatis Menteri Perdagangan (Mendag), Enggartiasto Lukita, yang menilai masalah penuhnya gudang beras milik Bulog bukan persoalan Kementerian Perdagangan.

Hal itu disampaikan Budi Waseso di kantor Perum Bulog, Jakarta, Rabu (19/9) kemarin.

Mantan Kepala Bareskrim Polri yang karib disapa Buwas itu menegaskan, seharusnya Mendag Enggar selaku sesama aparatur negara dan pemerintah kompak bersinergi dan berpikir bersama-sama untuk mencari solusi atas masalah ketidakmampuan gudang Bulog.

Bukan justru saling melempar masalah. Sebab, masalah tersebut juga menyangkut kepentingan bangsa di bidang pangan.

"Jadi, kalau saya mengeluhkan fakta gudang saya sudah tidak mampu menyimpan, sedangkan saya harus menyewa gudang, bahkan meminjam, itu kan cost-nya mahal," kata Buwas dengan suara khasnya.

"Lalu, ada yang bilang 'Itu urusannya Bulog kalau soal gudang'. Matamu itu!" imbuhnya.

Polemik Buwas dan Mendag Enggar diawali sikap tegas Buwas yang menolak kebijakan dilakukannya kembali impor beras.

Buwas menyampaikan stok ketersedian beras di Bulog telah mencapai 2,4 juta ton.

Banyaknya stok beras tersebut membuat gudang-gudang Bulog penuh.

Namun, Mendag Enggar merespons sikap penolakan impor beras dan keluhan gudang beras itu dengan menyatakan, "Itu kan sudah diputuskan di rakor Menko jadi urusan Bulog. Jadi nggak tahu saya, bukan urusan kita."

Halaman
1234
Editor: Erlina Fury Santika
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved