Anak-anak Antusias Ikuti Sejumlah Kegiatan, RPTRA Sungai Bambu Ikut Bentuk Karakter Warga  

Kegiatan diisi oleh lembaga swadaya masyarakat, komunitas, suku dinas pemudan dan olahraga, juga suku dinas pariwisata dan kebudayaan.

Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/AFRIYANI GANIS
Anak-anak yang bermain di taman bermain RPTRA Sungai Bambu, Jumat (21/9/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Afriyani Garnis

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Sungai Bambu menjadi pusat kegiatan bermain, belajar dan edukasi untuk anak-anak yang tinggal di kawasan tersebut.

Pantauan wartawan TribunJakarta.com, terdapat taman bermain yang menjadi tempat berkumpulnya anak- anak sepulang sekolah.

RPTRA juga menyediakan banyak kegiatan yang mengasah kemampuan non akademik.

Di antaranya latihan vokal, angklung, senam, menari, pencak silat, hadroh dan futsal.

Kegiatan tersebut berlangsung setiap Sabtu dan Minggu.

Mulai Pukul 08.00 WIB Hingga Sore Hari.

Kegiatan diisi oleh lembaga swadaya masyarakat, komunitas, suku dinas pemudan dan olahraga, juga suku dinas pariwisata dan kebudayaan.

Selama kegiatan berlangsung anak-anak juga diajarkan bagaimana berperilaku dengan sopan santun yang baik.

Pantauan TribunJakarta.com, Banyak anak-anak yang datang bermain di RPTRA sepulang mereka sekolah .

Satu di antaranya adalah Yasmin (9) siswi kelas IV  MI AL- Ihsaniyah Tanjung Priok,  yang sengaja datang untuk bermain di RPTRA Sungai Bambu.

"Saya suka main disini kalau pulang sekolah, paling suka ke perpustakaan baca buku dongeng sama buku pelajaran sekolah, apalagi disini adem," ujar Yasmin. 

Leni Herawati selaku Koordinator RPTRA Sungai Bambu mengatakan, adanya kegiatan yang dilaksanakan secara gratis membantu para orangtua yang kekurangan biaya untuk anaknya berkegiatan di luar sekolah.

"Kita kan sama-sama tahu ya, disini para orangtua dari anak-anak itu kekurangan. Buat mereka yang penting anaknya sekolah, jadi adanya RPTRA bisa merubah keterbatasan itu," ujar Leni kepada wartawan TribunJakarta.com, Jumat (21/9/2018).

Kini karakter anak-anak di lingkungan RPTRA sudah jauh lebih baik dibandingkan pada awal mula RPTRA berdiri.

"Dulu masih terdengar orangtua yang memarahi anak-anaknya dengan kata-kata yang tidak sopan. Anak-anak pun mengikuti hal itu disini. Pelan-pelan anak-anak kita ajarkan, dan mereka mau, tentunya menggunakan pendekatan-pendekatan yang membuat mereka nyaman," katanya.

Leni bercerita bahwa anak-anak di sekitar RPTRA sudah dianggap seperti anaknya sendiri.

Hingga kedekatan antara dirinya dengan mereka, seperti Ibu dan Anak.

"Saya kalau datang suka dipeluk, saya pun senang karena anak saya sudah besar, " katanya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved