Asian Games 2018

Terima Upah Rp 50 Ribu Hingga 31 Kali Latihan, Begini Perjuangan Penari Opening Asian Games 2018

"Meskipun capek, tapi aku bangga bisa jadi bagian dalam pagelaran Asian Games 2018," kata Zaina.

Terima Upah Rp 50 Ribu Hingga 31 Kali Latihan, Begini Perjuangan Penari Opening Asian Games 2018
TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Zaina Thara Nabeeha (16), satu diantara sejumlah siswi SMA 6 Jakarta yang ikut berpartisipasi menjadi penari dalam pembukaan Asian Games 2018. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Zaina Thara Nabeeha (16), merupakan satu diantara ratusan penari Asian Games 2018 yang berasal dari SMA 6 Jakarta.

Hari ini, Zaina bersama ratusan rekan satu sekolahnya mendapat honor dan sertifikat, atas partisipasinya menjadi penari di pembukaan Asian Games 2018.

Zaina sendiri, berperan menjadi penari water beach bersama 20 siswi lainnya di pembukaan Asian Games 2018.

Agustin Suartini selaku guru yang membagikan honor dan sertifikat mengatakan, penari beach water telah melakukan latihan sebanyak 10 kali di sekolah, dan 18 kali di Gelora Bung Karno.

"Penari beach water ini sudah latihan 10 kali di sekolah, sementara di Gelora Bung Karno (GBK) sudah 18 kali," ujar Agustin di Ruang Kelas SMA 6 Jakarta, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (21/9/2018).

Dari 18 kali latihan tersebut, Zaina menuturkan ia dan rekan - rekannya mendapat upah sebesar Rp 50 ribu perlatihan.

Uang sebesar Rp 50 ribu tersebut, bersih ia terima setelah sebelumnya dipotong untuk biaya transport latihan dan konsumsi, serta biaya latihannya.

"Jadi Rp 50 ribu ini aku terima bersih, infonya sih lebih tapi katanya dipotong buat biaya transport latihan dan konsumsi," ujar Zaina.

Zaina sedikit bercerita, tentang perjuangannya yang berlatih dari pulang sekolah hingga larut malam.

Ketika pulang latihan hingga larut malam sekiranya pukul 22.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB, dirinya masih tetap harus bersekolah esok paginya.

"Jadi latihan tuh berasa capeknya ya kalau pulang larut malam, sementara besok pagi sudah harus sekolah lagi," kata Zaina.

Namun, Zaina menuturkan bahwa semua perjuangannya tersebut bisa dikatakan terbayar lunas, melihat kesuksesan pagelaran pesta olahraga terbesar se-Asia tersebut.

Ada rasa bangga tersendiri di dalam diri Zaina, serta kenangan manis tentang perjuangan untuk ikut mensukseskan Asian Games 2018.

"Meskipun capek, tapi aku bangga bisa jadi bagian dalam pagelaran Asian Games 2018," kata Zaina.

Penulis: Dwi putra kesuma
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved