Sejumlah Siswa-siswi Rela Datang ke Monas Sejak Pagi untuk Ramaikan Parade Asian Para Games 2018

Eka mengaku antusias mengikuti rangkaian parade tersebut bersama dengan 14 teman sekolahnya.

Sejumlah Siswa-siswi Rela Datang ke Monas Sejak Pagi untuk Ramaikan Parade Asian Para Games 2018
TribunJakarta.com/Pebby Ade Liana
Suasana Parade Momo Asian Para Games 2018 di kawasan sekitar Monas Jakarta Pusat. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Sejumlah siswa-siswi DKI Jakarta turut serta dalam acara parade Asian Para Games 2018 di kawasan Monas pagi ini.

Meski telah menghabiskan waktu untuk menuntut ilmu di sekolah sejak pagi hingga petang setiap harinya, mereka masih semangat hadir ke Monas sejak pagi hari pada Minggu, (23/9/2018).

Diketahui, acara parade 'Momo' maskot Asian Para Games 2018 digelar dalam menyambut perhelatan Asian Para Games 2018. Dimana, acara tersebut rencananya digelar mulai pukul 6.30 WIB.

"Iya biasanya (sekolah) pulang sore sekitar jam 17.30 WIB. Capek nggak capek sih sebenernya. Tapi gak papa," ujar Eka salah seorang siswi SMP Negeri 32 Jakarta.

Eka mengatakan, bahwa dirinya memang hadir atas undangan sekolah. Namun, meski begitu Eka menuturkan bahwa pihak sekolah sebetulnya tak mewajibkan siapa saja yang harus datang ke acara tersebut.

Ini Alasan Tony Q Rastafara Potong Pendek Rambut Gimbal yang Telah Menemaninya Sejak Tahun 1990

Jelang Persib Bandung Vs Persija Jakarta: Modal Bagus Macan Kemayoran Hingga Psywar Mario Gomez

Jelang Hadapi Persib Bandung, Coach Teco Hormati Mario Gomez dan Bobotoh

Karena semangatnya dalam menyambut perhelatan Asian Para Games 2018, Eka mengaku antusias mengikuti rangkaian parade tersebut bersama dengan 14 teman sekolahnya.

"Nggak ditunjuk, nggak diwajibkan harus aku atau siapa yang datang. Sekolah hanya ngasih tau ada parade. Terus kita berminat 'yuk ikut'. Untuk meramaikan juga," ungkap Eka.

Diketahui, parade tersebut diikuti oleh ribuan peserta iring-iringan.

Dimana, peserta tersebut tak hanya dihadiri lara siswa siswi se DKI saja, melainkan terdiri dari perwakilan komunitas difabel, perwakilan lima wilayah DKI Jakarta, polisi kuda, Brimob negara, Polisi cilik, polisi negara, dan lembaga lainnya.

Penulis: Pebby Ade Liana
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved