Suka-Duka Peserta Parade Momo: Mulai dari Sakit Kepala Hingga Perasaan Bangga

Meski kesakitan saat menggunakan aksesoris yang membuatnya tak nyaman, Annisa merasa bangga bisa menjadi bagian dari Asian Para Games 2018

Suka-Duka Peserta Parade Momo: Mulai dari Sakit Kepala Hingga Perasaan Bangga
TribunJakarta.com/Pebby Ade Liana
Sejumlah penari menggunakan kostum unik namun rumit saat parade Asian Para Games 2018 digelar. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Sejumlah peserta parade 'Momo' Asian Para Games 2018 menggunakan kostum unik dan menarik demi memeriahkan parade yang digelar di kawasan Monas Jakarta Pusat hari ini, Minggu, (23/9/2018).

Dengan semangat yang tinggi, para peserta tersebut rela datang pagi hari demi mempersiapkan penampilan yang maksimal pada pesta penyambutan Asian Para Games 2018 yang sebentar lagi akan digelar.

Saat ditemui di kawasan Monas, salah satu peserta parade mengakui bahwa dirinya ikut parade tersebut dengan penuh perjuangan.

Pasalnya, dengan jalan pawai melintasi kawasan Monas sisi tenggara, ke Jalan Medan Merdeka Selatan menuju bundaran patung Kuda Arjuna, dan kembali lagi ke sisi Tenggara Monas merupakan perjalanan yang cukup melelahkan. Terlebih sejumlah peserta menggunakan kostum yang cukup rumit.

"Iya, ngerasain pakai aksesoris yang cukup menyiksa. Seragamnya gak berat, tapi aksesoris kepalanya yang bikin kurang nyaman. Tapi ya rasain aja. soalnya kan jalan jauh juga. Beda sama nari-nari," ujar Annisa salah satu peserta parade dengan kostum unik dari perwakilan Kota Jakarta Barat.

Annisa mengikuti rangkaian parade dengan menggunakan kostum kontemporer yang dikombinasikan dengan unsur modern.

Laga Persija Jakarta Kontra Persib Bandung Jadi Momentum Bagi Marko Simic

Jelang Persib Bandung Vs Persija Jakarta: Modal Bagus Macan Kemayoran Hingga Psywar Mario Gomez

Menurut Annisa, tak ada makna yang terlalu khusus dengan kostumnya saat itu. Hanya saja, Annisa mengatakan tujuan dari penggunaan kostumnya hanyalah untuk memperkenalkan budaya Indonesia kepada seluruh mata yang melihat. Terutama pada tamu dari negara lain.

Annisa mengakui, lewat aksesoris yang digunakannya, sesekali kepalanya merasa sedikit sakit dan tak nyaman.

Namun menurut Annisa, perjuangan yang dirasakannya saat mengikuti aksi parade ini tak sebanding dengan perjuangan para atlet yang berjuang meraih kemenangan dalam perhelatan terbesar ini.

"Udah cukup sering ikut acara gini. Udah biasa juga makanya," katanya.

Kepada TribunJakarta.com, Annisa mengaku senang.

Meski kesakitan saat menggunakan aksesoris yang membuatnya tak nyaman, Annisa merasa bangga bisa menjadi bagian dari Asian Para Games 2018.

"(Senang). Dapat pengalaman baru. Ikut merasakan euforia bisa terlibat dari event ini juga," tuturnya.

Penulis: Pebby Ade Liana
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved