Pilpres 2019

Jokowi Ingin Pemilu 2019 Tidak Merusak Persatuan Indonesia

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menginginkan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 tidak merusak persatuan masyarakat.

Jokowi Ingin Pemilu 2019 Tidak Merusak Persatuan Indonesia
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (kedua kiri) dan Ma'ruf Amin (kiri) beserta Pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto (kedua kanan) dan Sandiaga Salahudin Uno (kanan) membacakan ikrar deklarasi damai saat meghadiri Deklarasi Kampanye Damai Pemilu Serentak 2019 di Silang Monas, Jakarta, Minggu (23/9/2018). Deklarasi Kampanye Damai Pemilu Serentak 2019 yang diikuti KPU, pasangan Capres dan Cawapres, dan 16 partai politik nasional tersebut mengambil tema 'Kampanye anti SARA dan HOAKS untuk menjadikan pemilih berdaulat agar negara kuat'. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nawir Arsyad Akbar

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo meninginkan menginginkanPemilihan Umum (Pemilu) 2019 tidak merusak persatuan masyarakat.

Hal itu diungkapkan Jokowi dalam pembukaan Muktamar ke-IX Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (Hima Persis), di Pondok Pesantren Persis Ustman bin Affan, Cipayung, Jakarta Timur.

"Tidak apa-apa berbeda pilihan, berbeda pilihan dalam memilih wali kota, bupati, presiden juga boleh. Tidak ada yang melarang," ujar Jokowi, Selasa (25/9/2018).

Namun, Jokowi mengingatkan agar Pemilu 2019 tidak membuat rasa persaudaraan dan persatuan antar masyarakat menjadi hilang, gara-gara pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

"Tapi jangan yang namanya ukhuwah islamiah, ukhuwah wathoniyah kita dikorbankan gara-gara pesta demokrasi setiap lima tahun. Akan rugi besar kita," ujar Jokowi.

Dalam setiap pidatonya dalam acara apapun, Jokowi seakan tak bosan untuk membicarakan kebesaran negara Indonesia, yang terdiri 17 pulau, serta beraneka suku, bahasa, adat, dan agama.

Maka dari itu, ia berpesan agar Pilpres tidak lagi membuat antar keluarga, tetangga, atau kerabat tidak saling sapa, dan menginginkan persatuan tetap ada.

"Sudah empat tahun pilpres, masih dibawa sampai sekarang. Inilah yang perlu saya ingatkan bahwa sinergi, harmoni antar anak bangsa sangat diperlukan," ujar Jokowi.

Banjir Air Mata, Kakak Haringga Sirila Suporter Persija Tewas Dikeroyok Curhat Dia Bukan Maling

Live Streaming dan Jadwal Korea Open 2018, Indonesia Tanpa Dua Pasangan Ganda Andalan

Hasil Simulasi, Bus Lowdeck Tempuh Jarak Wisma Atlet Kemayoran-GBK 36 Menit

Perlu diketahui, Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan dua pasangan calon presiden dan calon wakil presiden sebagai peserta Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Penulis: Nawir Arsyad Akbar
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved