Breaking News:

Kesaksian Putri DI Panjaitan Saat G30S/PKI: Rumah Dikepung, Ayah Ditarik Kasar dan Ditembak di Dahi

Saat melihat ke luar jendela dari kamarnya di lantai dua, Catherine melihat puluhan orang berseragam tentara telah mengepung rumahnya.

Kolase TribunJakarta.com/YouTube iNews/Wikipedia
Chaterine Panjaitan - DI Panjaitan 

"Mula-mula mereka datang dengan cara mengepung rumah, di depan beberapa truk dan lewat belakang beberapa truk. Kita terbangun karena mereka ribut," imbuhnya.

"Mereka teriak-teriak 'Bapak Jenderal..Bapak Jenderal'," sambungnya.

Catherine menyatakan, saat itu mereka memaksa masuk ke rumah dan menembak pembantu serta pamannya yang berada di lantai dasar.

"Saya sibuk telepon tapi ya jaman dulu kan paralel itu di bawah dan di atas, mereka menggunting jadi kan enggak bisa cari bantuan," tegasnya.

Mereka kemudian sampai di tangga dan teriak memanggil DI Panjaitan.

Saat itu DI Panjaitan sedang sibuk menghubungi beberapa pihak hingga kemudian sang istri, Marieke Pandjaitan yang menjawabnya.

"Ibu saya bilang 'Ya pakai pakaian dulu'," imbuh Chaterine.

Usai memakai seragam lengkap, DI Panjaitan turuh ke bawah dari lantai dua kediamannnya.

Sebelum turun, ia sempat memandang wajah sang buah hati.

Chaterine yang berusia 17 tahun saat itu mengungkapkan ingin menemani sang ayah ketika beranjak ke lantai bawah.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved