Breaking News:

Kesaksian Putri DI Panjaitan Saat G30S/PKI: Rumah Dikepung, Ayah Ditarik Kasar dan Ditembak di Dahi

Saat melihat ke luar jendela dari kamarnya di lantai dua, Catherine melihat puluhan orang berseragam tentara telah mengepung rumahnya.

Kolase TribunJakarta.com/YouTube iNews/Wikipedia
Chaterine Panjaitan - DI Panjaitan 

Meski demikian, keinginannya itu dilarang oleh DI Panjaitan.

Tonton Juga:

"Menurut rekonstruksi, mereka menarik ayah saya secara paksa keluar," imbuhnya.

Seorang berseragam hijau dan topi baja berseru, "Siap. Beri hormat".

Namun, DI Panjaitan hanya mengambil topi dan mengapitnya di ketiak kiri.

Adanya aksi itu, si tentara memukul Panjaitan dengan gagang senapan dan kemudian jatuh. 

Cerita Kies Slamet, Dibayar Rp 5 Juta untuk Perankan Jenderal di Film G30S/PKI

Pemain Cadangan yang Akhirnya Keterusan, Pemeran Soeharto di Film G30S/PKI Meninggal Dunia

"Saya naik ke balkon mau lihat apa kelanjutannya, saya lihat ayah saya disuruh hormat terhadap perwira. Ayah saya tidak mau dan langsung dipukul," sambungnya.

Chaterine menegaskan, DI Panjaitan jatuh ketika dipukul dan dirinya lari turun ke bawah untuk melihat kelanjutan peristiwa itu.

Namun, sesampainya di lantai bawah kediamannya, Chaterine mengatakan sosok DI Panjaitan sudah tak ada lagi.

"Ternyata ditembak di dahinya tapi pas saya turun udah enggak ada lagi. Ayah saya diseret dan dilempar lewat gerbang karena gerbang dikunci. Dilempar seperti binatang," jelasnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved