2 Kali Pengeras Suara Bermasalah Saat Presiden Jokowi Sampaikan Target Pemberian Sertifikat Tanah

Jokowi, menjelaskan program percepatan pemberian sertifikat tanah selama setahun belakangan, hingga tahun-tahun ke depannya.

2 Kali Pengeras Suara Bermasalah Saat Presiden Jokowi Sampaikan Target Pemberian Sertifikat Tanah
Biro Setpres
Presiden Joko Widodo 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Presiden Joko Widodo, menghadiri acara pemberian sertifikat tanah kepada masyarakat Banten di ICE BSD, Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Rabu (26/9/2018)

Jokowi, menjelaskan program percepatan pemberian sertifikat tanah selama setahun belakangan, hingga tahun-tahun ke depannya.

Dirinya memaparkan, pada tahun 2017, pemerintahan yang ia pimpin menyerahkan sertifikat tanah sebanyak lima juta lembar, sedangkan pada tahun 2017, diserahkan tujuh juta lembar.

"2017 yang lalu sudah diserahkan di seluruh Indonesia, lima juta sertifikat sudah diserahkan. Tahun ini target kita tujuh juta sertifikat harus diserahkan," paparnya.

Calon presiden berpasangan dengan calon wakil presiden Ma'ruf Amin itu, juga memaparkan target penyerahan sertifikat tanah pada tahun 2019.

Namun saat Jokowi memaparkan target pada tahun 2019, ia sempat berhenti karena pengeras suara sempat bermasalah.

Terdengar seperti suara eror di dalam pengeras suara.

"Tahun depan sembilan juta sertifikat harus diserahkan." dan tiba-tiba terdengar "Dum" hingga membuat Jokowi menghentikan sejenak pidatonya.

"Sembilan juta sertifikat harus di," dan kembali terdengar suara ledakan akibat pengeras suara yang eror. "Dum" suara pengeras suara yang bermasalah kembali membuat Jokowi kembali menghentikan pidatonya.

Ribuan warga penerima sertifikat yang hadir pun turut tertegun, sampai beberapa saat kemudian, Jokowi melanjutkan pidatonya.

"Oleh sebab itu, kita semuanya patut bersyukur, bapak ibu semuanya sudah pegang yang namanya sertifikat ," ujarnya.

"Tapi memang membuat sertipikat dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote itu sebuah pekerjaan yang besar," tutupnya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved