Pileg 2019

Deklarasi Kampanye Damai, Wali Kota Jakut Berharap Komitmen Semua Pihak Awasi Masa Kampanye

KPU Jakarta Utara menggandeng seluruh pejabat Kota Administrasi Jakarta Utara dalam Deklarasi Kampanye Damai Pemilu 2019 pada Rabu (26/9/2018).

Deklarasi Kampanye Damai, Wali Kota Jakut Berharap Komitmen Semua Pihak Awasi Masa Kampanye
TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Deklarasi Kampanye Damai Pemilu 2019 di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Rabu (26/9/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Komisi Pemilihan Umum Jakarta Utara menggandeng seluruh pejabat Kota Administrasi Jakarta Utara dalam Deklarasi Kampanye Damai Pemilu 2019 pada Rabu (26/9/2018).

Dalam acara yang berlangsung di Kantor Wali Kota Jakarta Utara turut dihadiri sejumlah pejabat di antaranya Wali Kota Jakarta Utara Syamsuddin Lologau, Wakil Wali Kota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim, Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Utara Robert M. Tacoy, Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Reza Arief Dewanto, Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Eko Hadi Santoso, Komandan Kodim 0502 Jakarta Utara Letkol Arif Rahman.

Turut hadir 14 perwakilan partai politik di Jakarta Utara.

Syamsuddin Lologau dalam sambutannya mengatakan, deklarasi ini merupakan sebuah upaya mempererat setiap stakeholder untuk mengawasi masa kampanye pemilu, terhitung mulai 23 September 2018 sampai 14 April 2019.

Rangkaian pemilu yang jujur, adil, dan aman dalam situasi kondusif diharapkan dapat berlangsung dengan komitmen masing-masing stakeholder dalam menjaga keberlangsungan pemilu.

"Tentunya kita menyadari tugas untuk mensukseskan menjadi tugas kita bersama," kata Syamsuddin.

Ia mengimbau kepada para hadirin untuk juga menjaga masa kampanye agar terbebas dari isu SARA.

Menurut Syamsuddin, deklarasi seperti hari ini penting untuk dilakukan. Diharapkan setiap peserta parpol yang hadir dan juga para stakeholder terkait berkomitmen untuk mengawasi adanya praktek-praktek pelanggaran pemilu.

"Diperlukan keterlibatan setiap stakeholder agar kampanye bebas dari isu SARA. Untuk itu semua kontestan harus memahami dan mengerti semua aturan dan mekanisme. Kunci dari kampanye damai adalah komitmen kita untuk mentaati semua aturan," kata Syamsuddin.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved