Pilpres 2019

Ini Sosok di Balik Video Kampanye Jokowi ala Biskuit Khong Guan

Menurutnya, tema dari materi video kampanye itu yakni memberikan efek keceriahan atau kebahagian

Ini Sosok di Balik Video Kampanye Jokowi ala Biskuit Khong Guan
TribunJakarta.com/Suci Febriastuti
Pasangan Jokowi-Maruf Amin tiba di kantor Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (21/9/2018). 

Namun, pesan poltiik dari video tersebut menampilkan dialog ibu dan dua anaknya di meja makan itu seperti lukisan di kaleng biskuit Khong Guan itu mudah dicerna.

Apalagi, video tersebut diberi sentuhan narasi dan efek suara ala sinetron.
Dedy menceritakan, pembuatan video tersebut dilakukan belum lama ini. Dan proses produksinya juga terbilagng cepat, yakni dua hari.

Hari pertama untuk mencari ide dan hari kedua untuk pengambilan gambar atau syuting dan editing di studio.

"Bukan mencari inspirasi. Ide itu berasal dari sesuatu yang sifatnya sehari-hari. Saya ikutin akun Instagram yang sifatnya receh, saya juga baca berita politik. Seperti sarapan saja," ujarnya.

Proses pencarian ide untuk iklan itu dimulai dari penentuan data apa yang ingin disampaikan. Dia mengaku sengaja membuka data BPS yang menyebutkan penurunan angka pengangguran dan kemiskinan karena keakuratan dan validitas data.

"Ya kalau data yang lain belum tentu valid kan," katanya.

Setelah membuka data, ia pun mulai memilih meme yang bertebaran di media sosial sebagai wadah penyampaian data tersebut. "Kalau disampaikan dengan cara yang biasa, saya yakin tidak banyak orang yang mau membaca atau mendiskusikannya," tuturnya.

Ia mengaku, selain dari meme yang bertebaran di media sosial, selama ini dirinya juga kerap memperhatikan kampanye-kampanye politik yang beredar baik di dalam maupun luar negeri. Di antaranya materi kampanye Barrack Obama saat Pilpres Amerika Serikat.

Buat Dedy, tidak ada perbedaan jumlah SDM atau kru untuk penggarapan iklan komersial mapun konten politik. Setidaknya video iklan-iklan karyanya, termasuk video kampanye ala biskuit Khong Guan, membutuhkan 25 sampai 30 orang.

"Wah kalau (soal biaya produksi) itu jangan. Lagi pula, peralatan yang digunakan dan biaya produksi tidak bisa menjamin iklan tersebut akan bagus," katanya seraya tertawa.

Halaman
1234
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved