Suporter Tewas

Gelar Acara Pertemuan dengan Para Petinggi Kepolisian, Gede Harap The Jakmania Semakin Dewasa

Selain itu, Gede berharap para petinggi The Jakmania yang hadir bisa meredam pasukannya untuk tidak berbuat balas dendam.

Gelar Acara Pertemuan dengan Para Petinggi Kepolisian, Gede Harap The Jakmania Semakin Dewasa
TribunJakarta/Wahyu Septiana
Ketua Umum The Jakmania, Tauhid Indrasjarief dan Direktur Utama Persija Jakarta, Gede Widiade saat ditemui di Club House Springhill, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (28/9/2018) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Wahyu Septiana.

TRIBUNJAKARTA.COM, KEMAYORAN - Direktur Utama Persija Jakarta, Gede Widiade berharap acara pertemuan dengan para petinggi The Jakmania dan Kepolisian bisa memberikan banyak manfaat.

Acara pertemuan ini dihadiri oleh Wakabaintelkam Mabes Polri Irjen Pol Drs Suntana Msi dan juga Dirintelkam Polda Metro Umar Effendi.

Direktur Utama Persija Jakarta, Gede Widiade berharap pertemuan ini bisa memberikan pencerahan kepada seluruh anggota The Jakmania tentang kasus tewasnya Haringga Sirila.

Selain itu, Gede berharap para petinggi The Jakmania yang hadir bisa meredam pasukannya untuk tidak berbuat balas dendam. 

"Harapan kami dengan adanya pertemuan ini yang dihadiri bapak-balak dari Polda Metro dan Mabes Polri bisa memberikan pencerahan kepada para pemimpin wilayah jakmania untuk selanjutnya memberikan informasi kepada anggotanya," kata Gede Widiade kepada wartawan, Jumat (28/9/2018).

Tujuan Manajemen Persija Gelar Pertemuan dengan Para Petinggi The Jakmania dan Polri

Sponsor Persija Jakarta Tak Terpengaruh Penghentian Kompetisi Liga 1 2018

Kisah Pilu Wa Ode yang Terpaksa Bawa Dua Anaknya Mengojek: Ditelantarkan Suami dan Keluarga

Lebih lanjut, Gede menginginkan para anggota The Jakmania mendapatkan informasi yang informatif dari para petinggi kepolisian.

Dengan adanya acara ini, para The Jakmania bisa semakin dewasa pada saat menghadapi permasalahan yang ada.

"Acara ini dibuat agar anggota The Jakmania lainnya sama menerima informasi yang konstruktif, yang nyata, tidak dibumbui dengan informasi tambahan agar kedepannya keinginan untuk melakukan kegiatan yang kontra produktif dapat dihindari," pungkasnya.

Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved