Penjual Jamu Berusia 75 Tahun Ini Bolak Balik Gedung Bertingkat, Jadi Langganan Sejak Tahun 70-an

"Sampai sekuriti di gedung itu berganti-ganti, saya tetap berjualan jamu. Kalau mau masuk ke gedung tinggal masuk saja,"

Penjual Jamu Berusia 75 Tahun Ini Bolak Balik Gedung Bertingkat, Jadi Langganan Sejak Tahun 70-an
TribunJakarta/Satrio Sarwo Trengginas
Penjual Jamu Keliling, Ayu (75) yang menjadi tulang punggung keluarganya saat ditemui TribunJakarta.com, Kamis (27/9/2018) di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Kendati tubuhnya kian renta, Ayu (75) tetap bekerja menjual jamu gendong demi menghidupi keluarganya.

Nenek asal Wonogiri, Jawa Tengah ini menolak lelah berjalan setiap hari menggendong sejumlah botol jamu.

Ia setiap pagi dan sore hari berjualan di depan gedung Ratu Plaza, Senayan, Jakarta Selatan sejak tahun berpuluh-puluh tahun lamanya.

"Sudah lama saya berjualan jamu gendong, saya dari dulu jualan di depan gedung Ratu Plaza, Senayan itu," kata Ayu, pada Kamis (27/9/2018).

Lantaran sering jualan jamu di pinggir jalan tersebut, langganan Ayu pun bermacam-macam.

Dari orang yang sekadar melintas, pekerja bangunan, hingga pegawai di sekitar gedung itu.

"Saya bahkan sampai sekarang keluar masuk gedung bertingkat setiap hari untuk antarkan jamu kepada pegawai di sejumlah lantai. Kalau office boy-nya enggak bisa, saya yang dipercaya langsung ke atas gedung. Kadang dari sana ada lagi yang minta. Jadi ya bolak balik," bebernya.

Di tahun 70-an, ia memulai mengantarkan jamunya ke dalam gedung sesuai pesanan pegawai di Gedung Ratu Plaza.

65 Tahun Jualan Jamu, Nenek Ini Masih Keliling Jualan Jamu Gendong Karena Tulang Punggung Keluarga

Tepergok Warga Saat Hendak Mencuri Motor, 2 Pemuda Ini Kabur dan Nyebur ke Kali Ciliwung

Soeharto Sempat Berpesan Jangan Dendam Kepada Tutut, Sebelum Hembuskan Napas Terakhir

Seiring berjalannya waktu, Ayu menjadi sering mengantarkan jamu kepada para pegawai ke gedung di sekitarnya.

"Sampai sekuriti di gedung itu berganti-ganti, saya tetap berjualan jamu. Kalau mau masuk ke gedung tinggal masuk saja. Satpam mengira saya udah serasa yang punya gedung. Meski sudah tua saya masih kuat naik ke gedung bertingkat," ujarnya lalu tertawa.

Penulis: Satrio Sarwo Trengginas
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved