Tiga Hari Kejari Tangsel Operasikan Loket Tilang, Sudah 50 Pelanggar Ambil Berkas

Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan sudah menerapkan loket tilang selama tiga hari, menyusul Peraturan Mahkamah Agung No.12 Tahun 2016.

Tiga Hari Kejari Tangsel Operasikan Loket Tilang, Sudah 50 Pelanggar Ambil Berkas
TRIBUNJAKARTA.COM/DIONSIUS ARYA BIMA SUCI
ILUSTRSI TILANG - Sejumlah petugas kepolisian terlihat memberhentikan beberapa kendaraan dan melakukan pemeriksaan terhadap surat-surat berkendara yang dibawa oleh sang pengemudi, Kamis (27/9/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, PONDOK AREN - Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan sudah menerapkan loket tilang selama tiga hari, menyusul Peraturan Mahkamah Agung No.12 Tahun 2016 Tentang Tata Cara Penyelesaian Perkara Pelanggaran Lalu Lintas.

Berdasarkan keteranga Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Tangsel, Sobrani Binzar, perkara pelanggaran lalu lintas yang diputus oleh pengadilan dapat dilakukan tanpa hadirnya pelanggar atau verstek.

Pelanggar yang tidak mengikuti sidang di Pengadilan Negeri Tangerang dapat membayar denda dan mengambil barang bukti di Loket Tilang Kejari Tangsel yang berlokasi di Jalan Boulevard Bintaro Jaya, Pondok Aren, Tangsel itu.

"Untuk denda, nominalnya beragam, tergantung dengan pelanggaran yang dibuat dan putusan pengadilan. Pelanggar juga diharuskan membawa fotocopy KTP, surat tilang, apabila e-tilang disertakan dengan kode BRI Virtual Account (BRIVA)," ujar Banie, panggilan akrabnya, Jumat (28/9/2018).

Namun, jika bukan e-tilang, pelanggar tetap membayar denda di loket tilang yang telah disediakan pada jam operasional kantor. Yakni, Senin hingga Jumat pukul 08.00 WIB sampai 17.00 WIB.

Banie mengatakan, selama tiga hari penerapan loket tilang, sudah ada 50-an pelanggar yang berhasil dilayani untuk pengambilan berkas.

"Jika biasanya jam operasional hanya sampai jam empat sore, kita berlakukan sampai jam lima sore. Kita usahakan secepatnya, pelayanan publik dilakukan secepat dan sebaik mungkin," tambahnya.

Dalam kurun waktu dua tahun, berkas tilang tidak diambil oleh pelanggar, maka akan dimusnahkan.

"Sedangkan jika dalam kurun waktu 2 tahun barang bukti seperti SIM dan STNK tidak diambil, maka kami akan dilakukan pemusnahan," ujarnya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved