Breaking News:

Gempa di Donggala

Bandara Palu Kembali Beroperasi untuk Penerbangan Darurat dan Bantuan Kemanusiaan

Sejumlah kerusakan terlihat di Bandara Mutiara SIS Al-Jufrie atau Bandara Palu setelah gempa bumi mengguncang pada Jumat (28/9/2018) petang.

ISTIMEWA
Menara ATC di bandara Mutiara, Palu yang rusak akibat gempa bumi 7,7 SR pada Jumat (28/9/2018) petang. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA   - Sejumlah kerusakan terlihat di Bandara Mutiara SIS Al-Jufrie atau Bandara Palu setelah gempa bumi mengguncang pada Jumat (28/9/2018) petang.

Gempa berkekuatan 7,7 skala richter ini berpusat di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.

Sejumlah fasilitas milik Airnav Indonesia rusak, seperti kabin tower ATC lantai empat di Bandara Palu roboh sehingga peralatan komunikasi tidak dapat diselamatkan dan digunakan.

Bandara Palu kini dibuka namun hanya untuk penerbangan darurat, demikian disampaikan Direktur Utama AirNav Indonesia, Novie Riyanto.

Menurut Novie, Bandara Palu kembali beroperasi untuk penerbangan emergency, SAR dan bantuan kemanusiaan mulai Sabtu (29/6/2018) pukul 11.57 WITA.

Keputusan ini diambil setelah rapat koordinasi dengan pemangku kepentingan penerbangan di Palu termasuk Kementerian Perhubungan.

Kemudian, AirNav Indonesia menerbitkan Notice to Airmen (NOTAM) nomor H0755/18 yang menginformasikan kepada seluruh pemangku kepentingan penerbangan mengenai operasional Bandara Palu untuk penerbangan emergency, SAR dan bantuan kemanusiaan.

“Hasil pengataman di lapangan, terdapat retakan di salah satu ujung runway sepanjang 250 meter, sehingga masih terdapat 2.000 meter panjang runway yang bisa digunakan," terang Novie dalam keterangannya.

"Artinya untuk pesawat Hercules dan ATR masih aman untuk dapat mendarat di runway tersebut. Layanan navigasi penerbangan yang kami berikan dapat berjalan dengan baik,” dia menambahkan.

AirNav Indonesia di pusat sedang mengirimkan personel layanan navigasi penerbangan dari berbagai daerah untuk dapat membantu operasional layanan di bandara tersebut.

“Mereka yang dikirim kami utamakan yang familiar dan pernah berdinas di Bandara Palu. Selain itu, beberapa peralatan seperti mobile tower dan genset juga kami kirimkan agar layanan navigasi penerbangan dapat diberikan secara optimal dan arus bantuan kemanusiaan dapat berjalan berjalan dengan lancar,” dia menambahkan.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved