G30S PKI

G30S PKI, Mengenang Kesaktian Pancasila Lewat Kemegahan Tugu Pahlawan Revolusi

Masyarakat Indonesia selalu memperingati hari Kesaktian Pancasila pada tanggal 1 Oktober tiap tahunnya guna mengenang pemberontakan G30S PKI.

G30S PKI, Mengenang Kesaktian Pancasila Lewat Kemegahan Tugu Pahlawan Revolusi
TribunJakarta/Dionisius Arya Bima Suci
Tugu Pahlawan Revolusi yang nampak berdiri megah di Komplek Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (29/9/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Masyarakat Indonesia selalu memperingati hari Kesaktian Pancasila pada tanggal 1 Oktober tiap tahunnya guna mengenang pemberontakan G30S PKI.

Hari tersebut diperingati oleh segenap rakyat Indonesia untuk mengenang rentetan tragedi berdarah yang menewaskan tujuh orang perwira Angkatan Darat (AD)

Untuk mengenang gugurnya ketujuh perwira AD tersebut, dibangunlah sebuah tugu yang nampak begitu megah di dalam Komplek Monumen Pancasila Sakti.

Pada tugu tersebut terdapat patung tujuh orang Pahlawan Revolusi yang gagah berani mempertahankan ideologi Pancasila dan dengan tegas menolak paham komunisme.

Di atas ketujuh patung tersebut juga nampak sebuah burung garuda berukuran besar berkelir kecokelatan.

Menurut Kasubsi Bimbingan dan Informasi Monumen Pancasila Sakti Mayor Caj Edy Bawono, tugu Pahlawan Revolusi yang berada tak jauh dari sumur maut tempat ketujuh perwira AD tersebut dibuang sarat akan makna.

"Jarak sumur dengan tugu itu 45 meter, melambangkan tahun kemerdekaan. Tinggi, lebar, dan panjang tugu itu 17 meter yang melambangkan tanggal kemerdekan," ucapnya kepada TribunJakarta.com, Sabtu (29/9/2018).

Polsek Tanah Abang Belum Berencana Gelar Nonton Bersama Film G30S/PKI

Jadi Korban KDRT, Wanita Pengemudi Ojol Kasih Pesan Begini: Ingat Tuhan dan Senyum Anak-anak

Melihat Sumur Tua dan Rumah Penyiksaan Lubang Buaya, Saksi Bisu Tragedi Berdarah G30S PKI

"Anak tangga untuk menuju tugu berjumlah tujuh, itu melambangkan tujuh Pahlawan Revolusi yang gugur di tempat ini," tambahnya.

Posisi Jenderal Ahmad Yani yang berada di tengah sambil menunjuk ke arah sumur maut juga memiliki makna tersendiri.

Halaman
12
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved