Hari Jantung Sedunia, Ini Tips Hindari Serangan Jantung dari Pakar Kesehatan

Karena gaya hidup yang sudah semakin tidak sehat terutama pada kandungan makanan dan minuman, usia rentan serangan jantung turun menjadi 30 tahun.

Hari Jantung Sedunia, Ini Tips Hindari Serangan Jantung dari Pakar Kesehatan
Tribun Jateng/Hermawan Handaka
Serangan jantung merupakan penyakit mendadak yang memang tidak diawali dengan gejala apapun. Selain keturunan sakit jantung juga bisa disebabkan oleh gaya hidup. Pola hidup yang tidak sehat seperti makan yang berlebihan, mengosumsi alkohol serta merokok adalah kegiatan yang dapat membuat orang mudah terkena risiko penyakit serangan jantung. TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, PAGEDANGAN - Serangan Jantung memiliki catatan yang mencengangkan, terkait angka kematian atau rentan usia penderitanya yang kian bertambah dari tahun ke tahun.

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, serta Konsultan Kardiologi Intervensi, dr Sri Sari Mumpuni, mengatakan, perkiraan pada tahun 2025, penderita serangan jantung akan mencapai jumlah 25 miliar.

Ia juga mengatakan, saat ini risiko besar serangan jantung tak seperti pada buku-buku lama yang menyebut rentan terjadi pada usia 40 tahun.

Karena gaya hidup yang sudah semakin tidak sehat terutama pada kandungan makanan dan minuman, usia rentan serangan jantung turun menjadi 30 tahun.

Golden Time Penyelamatan Serangan Jantung, Kuasai CPR Bisa Selamatkan Satu Nyawa

Waspada Serangan Jantung, Kenali Jika Nyeri di Lima Bagian Tubuh Ini

"Bisa terjadi pada rentang usai dewasa muda. Dulu di buku-buku dikatakan usia 40, tapi sekarang dengan hmgaya hidup hari ini, merokok terutama ya, maka bisa terjadi pada usia di bawah usia 30 tahun," paparnya setelah mengisi seminar bertajuk 'Healthy Heart Safe Life' di Edu Center BSD, Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Sabtu (29/9/2018).

dr Sri memberikan tips-tips agar terhindar dari serangan jantung, dari mulai jauhi makanan berlemak dan intensitas olahraga.

"Hindari makanan yang berlemak, kalau ada hipertensi ya minum obat hipertensi, ada diabetes, dengan diet, obat diabetes dan olahraga, tidak meroko, tidak meminum minuman keras," tegasnya.

Peringati Hari Jantung Sedunia, Sejumlah Komunitas Olahraga Ikuti Seminar Kesiagaan Serangan Jantung

Sederet Tanda Jantung Mulai Bermasalah, Kerap Menguap Selama Olahraga dan Perubahan Kuku

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah itu juga mengimbau masyarakat agar memahami sedini mungkin gejala dan faktor risiko serangan jantung.

"Ketahuilah faktor risiko Anda sedini mungkin. Kalau ada faktor risiko, kontrol, maksudnya minum obat, pola hidup, makannya dijaga. Kalau ada kesempatan, kita komunitas seperti ini, kesempatan seperti ini, bisa melakukan pelatihan CPR itu sangat membantu," imbaunya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Rr Dewi Kartika H
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved