Kisah Bambang, Pria Lanjut Usia yang Pilih Jualan Buku Keliling Ketimbang Mengemis

Bambang mengatakan, kini dirinya hidup hanya dari berjualan buku bekas, yang tak menentu penghasilannya.

Kisah Bambang, Pria Lanjut Usia yang Pilih Jualan Buku Keliling Ketimbang Mengemis
TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA
Bambang ketika dijumpai TribunJakarta.com di lapak buku bekasnya, Jumat (28/9/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, CILANDAK -Ketika matahari mulai terbenam, nampak seorang pria berusia lanjut menggelar lapak dagangannya di depan Sekolah Perancis di kawasan Cipete, Cilandak, Jakarta Selatan.

Terlihat, dirinya membopong karung yang berisikan buku bacaan, yang hendak dijualnya guna menyambung biaya hidupnya sehari-hari.

Pria tersebut bernama Bambang Sucipto, lahir di Jakarta tepat satu tahun sebelum Negara Indonesia merdeka pada tahun 1945.

Saat ditemui wartawan TribunJakarta.com, Bambang sapaan akrabnya dengan senang hati menceritakan perjalanan hidupnya hingga menjadi penjual buku.

Ucapannya yang kini sudah tidak terdengar jelas dan ingatannya yang mulai hilang, dirinya menjelaskan bahwa dulu ia adalah seorang seniman.

"Dulu aku bisa dibilang seniman, nulis puisi dan sebagainya bahkan hingga mengajar drama," kata Bambang, Jumat (28/9/2018).

Namun kehidupannya berubah sejak istri tercintanya wafat pada tahun 1985, yang membuat dirinya sangat terpukul hingga bisa dikatakan kehilangan sosok penyemangat dirinya.

Sejak saat itulah, akek Bambang mulai menjamah kerasnya hidup di jalanan Ibu Kota, dari berjualan baju bekas hingga terakhir berjualan buku bekas, yang telah dilakoninya selama dua tahun belakangan.

Bambang mengatakan, kini dirinya hidup hanya dari berjualan buku bekas, yang tak menentu penghasilannya.

"Satu buku aku jual Rp 10 ribu, kadang ya gak laku, kadang laku paling banyak dua buku," ucap Bambang.

Namun, ia mengatakan banyak warga sekitar atau pun pengendara yang melintas merasa iba kepadanya, dan memberikan makanan atau pun uang kepadanya meskipun dirinya tidak pernah sekalipun meminta untuk dikasihani.

"Sebisa mungkin di usiaku yang tinggal menghitung hari, aku tidak mau mengemis intinya, aku tetap mau bekerja dengan segala keterbatasan ini," kata Bambang.

Penulis: Dwi putra kesuma
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved