G30S PKI

Melihat Sepak Terjang Kekejaman PKI di Museum Pengkhianatan PKI dan Museum Paseban

Gerakan 30 September 1965 atau yang biasa disebut G30S PKI merupakan peristiwa kelam yang tercatat dalam sejarah panjang bangsa Indonesia.

Melihat Sepak Terjang Kekejaman PKI di Museum Pengkhianatan PKI dan Museum Paseban
TribunJakarta/Dionisius Arya Bima Suci
Sejumlah diorama menggambarkan kekejaman PKI yang terdapat di Museum Pengkhiatanan PKI (Komunis) dan Museum Paseban, Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (29/9/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Gerakan 30 September 1965 atau yang biasa disebut G30S PKI merupakan peristiwa kelam yang tercatat dalam sejarah panjang bangsa Indonesia.

Peristiwa yang menewaskan tujuh perwira TNI Angkatan Darat (AD) tersebut melibatkan partai sayap kiri atau Partai Komunis Indonesia (PKI) yang saat itu cukup banyak pengikutnya.

Namun, jauh sebelum tragedi berdarah yang terjadi pada malam tanggal 30 September 1965 itu, PKI dan organisasi yang berada di bawahnya sudah banyak melakukan teror.

Ini tergambarkan dari diorama-diorama yang ada di Museum Pengkhianatan PKI (Komunis) dan Museum Paseban di komplek Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur.

"Total ada 34 diorama yang menggambarkan aksi sepihak yang dilakukan oleh PKI dan organisasi di bawahnya yang cukup meresahkan masyarakat," ucap Kasubsi Bimbingan dan Informasi Monumen Pancasila Sakti Mayor Caj Edy Bawono, Sabtu (29/9/2018).

Ia menerangkan, awal pemberontakan PKI digambarkan saat peristiwa tiga daerah di Karesidenan Pekalongan yang terjadi pada tanggal 4 November 1945.

Noda Darah dan Cincin Kawin Jadi Saksi Perjuangan Pahlawan Revolusi Saat G30S PKI

Cerita Kolonel Latief Kabari Soeharto Soal Gerakan PKI, Tapi Tak Digubris Lalu Jadi Tahanan Politik

G30S PKI, Mengenang Kesaktian Pancasila Lewat Kemegahan Tugu Pahlawan Revolusi

Sementara pada diorama ke-34 atau yang terakhir, menggambarkan tertembaknya pemimpin gerilyawan PKI di Kalimantan, yaitu S.A Sofyan oleh pasukan Resimen Pasukan Komando Angkatan Darat (RPKAD).

Sejumlah diorama menggambarkan kekejaman PKI yang terdapat di Museum Pengkhiatanan PKI (Komunis) dan Museum Paseban, Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (29/9/2018).
Sejumlah diorama menggambarkan kekejaman PKI yang terdapat di Museum Pengkhiatanan PKI (Komunis) dan Museum Paseban, Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (29/9/2018). (TribunJakarta/Dionisius Arya Bima Suci)

Selain itu, diorama yang menggambarkan kekejaman PKI juga ada di Museum Paseban, namun di museum ini dikhususkan untuk menggambarkan sepak terjang PKI sebelum dan saat peristiwa G30S/PKI.

"Museum Paseban ini lebih dulu dibanding Museum penghiatan PKI, ini diresmikan oleh Presiden Soeharto tanggal 1 Oktober 1981," ujarnya kepada TribunJakarta.com.

"Disini ada 16 diorama, mulai dari rapat persiapan pemberontakan hingga upacara pemberangkatan jenazah Pahlawan Revolusi ke Taman Makan Pahlawan (TMP) Kalibata," tambahnya.

Salah satu diorama di Museum Paseban ini juga menggambarkan peristiwa tertembaknya Ade Irma Suryani Nasution, anak dari Jenderal A.H. Nasution.

Pada diorama tersebut nampak istri dari Jenderal A.H. Nasution menggendong anak perempuannya yang telah berlumuran darah.

Di depan istri A.H. Nasution itu nampak pula beberapa anggota PKI berpakaian militer dengan senjata laras panjang di tangannya.

Penculikan dan kekejaman yang dilakukan oleh PKI terhadap masing-masing perwira AD juga tergambarkan dalam diorama yang berada di lantai dua, Museum Paseban tersebut.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved