Gempa di Donggala

Gempa dan Tsunami di Palu: Cerita Ibu Hamil saat Terpental Hingga Kokohnya Masjid Terapung

Ibu hamil selamat dari gempa dan tsunami di Palu meski terpental dua kali. Gempa dan tsunami itu juga hancurkan bangunan, tapi tidak dengan masjid ini

Gempa dan Tsunami di Palu: Cerita Ibu Hamil saat Terpental Hingga Kokohnya Masjid Terapung
Dok BNPB
Kondisi Pelabuhan Pantoloan, Palu, setelah diguncang gempa bumi dan diterjang tsunami pada Jumat (28/9/2018) petang. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Ratusan orang meninggal dunia dalam insiden gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat (23/9/2018).

Gempa dan tsunami di Palu dan Donggala kini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban.

Peristiwa gempa dan tsunami di Palu dan Donggala ini menjadi perhatian seluruh masyarakat Indonesia.

Pemerintah pun langsung bertindak cepat pasca gempa dan tsunami di Palu dan Donggala.

Dari ratusan korban meninggal dunia, beberapa di antaranya selamat.

Satu di antaranya adalah seorang ibu hamil 9 bulan, Ratih Dwi Astuti (35).

Sebut Hilda Vitria dan Billy Syahputra Serasi, Doa Kriss Hatta: Keturunan Mereka Pasti Berbakti

NasDem Kirim 100 Tenaga Medis ke Palu dan Donggala

Ratih bersama suami dan kedua anaknya berhasil selamat dari gempa bumi berkekuatan 7,4 magnitudo disertai gelombang tsunami yang melanda Kota Palu.

Kini Ratih masih mendapat perawatan di RS Sayang Rakyat, Kota Makassar, setelah dievakuasi dengan menggunakan pesawat Hercules milik TNI AU, Sabtu (29/9/2018).

Kondisi kesehatan Ratih menurun pasca kejadian.

Sementara suami dan kedua anaknya yang masih kecil dalam kondisi sehat.

Halaman
1234
Penulis: Mohamad Afkar Sarvika
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved