G30S PKI

Ketua RT di Depok Dukung Warga Gelar Nonton Bareng Film G30S PKI

Budi menilai pendidikan sejarah dan tata krama di sekolah sudah tidak berukuran hingga membuat anak menjadi tak paham sejarah

Ketua RT di Depok Dukung Warga Gelar Nonton Bareng Film G30S PKI
TribunJakarta/Satrio Sarwo Trengginas
Spanduk pemberitahuan nobar Film G30S/PKI di Masjid Darussa'adah di Jagakarsa, Jakarta Selatan pada Jumat (28/9/2018) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, SUKMAJAYA - Ketua RT 02/RW 05 Kelurahan Abadijaya, Sukmajaya, Depok, Budi Angkoso (63) mendukung gelaran nonton bareng film G30S PKI yang dibuat perangkat RW dan RT.

Meski tahun ini RW 05 gagal menggelar nonton bareng film G30S PKI seperti tahun lalu, Budi menilai kegiatan menyaksikan film berdurasi sekira empat jam itu bermanfaat.

"Menurut saya enggak salah kalau warga bikin acara nonton bareng film G30S PKI sendiri. Karena itu sarana pembelajaran sejarah untuk anak-anak. Belajar kan enggak harus di sekolah, lewat media film seperti itu bisa," kata Budi di Sukmajaya, Depok, Minggu (30/9/2018).

Budi menilai pendidikan sejarah dan tata krama di sekolah sudah tidak berukuran hingga membuat anak menjadi tak paham sejarah serta cenderung tak memiliki etika.

Dia mencontohkan minimnya pengetahuan sejarah anak muda yang tak mengetahui Peristiwa Madiun 1948 yang menurutnya didalangi komunis.

"Dengan diputarnya film G30S PKI itu saja masih banyak anak muda yang enggak tahu Peristiwa Madiun 1948. Jadi saya kira film-film sejarah seperti itu bagus untuk pembelajaran anak muda," ujarnya.

Meski setuju pemutaran film G30S PKI, Budi enggan berkomentar tentang pro kontra pemuturan film produksi pemerintah era Soeharto menjabat Presiden Indonesia.

Menurutnya perbedaan pendapat merupakan hal lumrah dan tak dapat dihindari, terlebih menyangkut sejarah yang saksinya telah banyak meninggal.

BNPB Minta BMKG Pasang Alat Pendeteksi Tsunami yang Lebih Canggih

Remaja Pelaku Balap Liar di Depok ada yang Bawa Jimat Semar Mesem, Ini Alasannya

"Pro kontra itu biasa, saya enggak mau berkomentar soal itu. Yang jelas itu film menceritakan sejarah bangsa Indonesia dan Pahlawan. Kalau bicara sejarah, orang yang terlibat saja sudah banyak yang meninggal," tuturnya.

Perihal pendapat sejumlah pihak agar membuat ulang film G30S PKI dengan pemeran yang aktor dan artis modern.

Budi menilai hal itu tak perlu dilakukan karena khawatir akan mengubah fakta sejarah dan menimbulkan perdebatan sejarah kian buruk.

"Enggak perlu dibikin ulang lah, biar kata gambar filmnya kurang bagus tapi ceritanya bagus. Mungkin kalau bisa gambarnya saja dibagusin biar enggak pusing nontonnya. Kalau dibikin ulang takutnya isi sejarahnya beda," lanjut Budi.

Penulis: Bima Putra
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved