G30S PKI

Kisah Para Penyintas G30S 1965: Sulit Dapat Kerja Hingga Batal Menikah Lantaran Dituduh PKI

Suar menjelaskan beberapa penyintas ada yang ditangkap hanya karena menonton pertunjukkan seni ataupun tergabung di kelompok musik.

Kisah Para Penyintas G30S 1965: Sulit Dapat Kerja Hingga Batal Menikah Lantaran Dituduh PKI
Dokumen pribadi Suarbudaya Andi Rahadian
Kegiatan para penyintas G30S 1965 di Gereja Komunitas Anugerah Reformed Baptist. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Erlina Fury Santika

TRIBUNJAKARTA.COM - Setiap tanggal 30 September, bangsa Indonesia tak pernah lupa akan kejadian 53 tahun silam.

Peristiwa pembantaian massal, yang disebut Gerakan 30 September (G30S) pada tahun 1965 itu menyisakan trauma terhadap beberapa orang.

Suarbudaya Andi Rahadian, seorang pendeta dari Gereja Komunitas Anugerah Reformed Baptist merupakan satu dari sebagian orang yang membantu rekan-rekan terdampak G30S.

Suar mengatakan, gerejanya sudah mulai melakukan pendampingan kepada rekan-rekan terdampak atau penyintas peristiwa tahun 1965 sejak tahun 2013 silam.

Para penyintas adalah mereka yang dahulu ditangkap dan dijadikan tahanan lantaran diduga terhubung dengan kelompok yang dicurigai menjadi penggerak peristiwa tersebut, yakni Partai Komunis Indonesia (PKI).

Terkait pendampingan itu, Suar menjelaskan pihaknya kerap mengunjungi para penyintas dan melakukan pengecekan kesehatan.

Suar menjelaskan, rata-rata usia para penyintas kini 70 tahun.

Selain melakukan kunjungan dan pengecekan kesehatan, Suar dan rekan-rekan gereja juga mengambil cerita, data, foto kegiatan-kegiatan mereka di masa lalu, selama di tahanan.

"Dokumentasinya kami kumpulkan untuk kami tabulasikan sebagai bank data kisah-kisah para penyintas '65," jelas Suar saat dihubungi TribunJakarta.com, Minggu (30/9/2018).

Halaman
1234
Penulis: Erlina Fury Santika
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved