G30S PKI

Kisah Para Penyintas G30S 1965: Sulit Dapat Kerja Hingga Batal Menikah Lantaran Dituduh PKI

Suar menjelaskan beberapa penyintas ada yang ditangkap hanya karena menonton pertunjukkan seni ataupun tergabung di kelompok musik.

Kisah Para Penyintas G30S 1965: Sulit Dapat Kerja Hingga Batal Menikah Lantaran Dituduh PKI
Dokumen pribadi Suarbudaya Andi Rahadian
Kegiatan para penyintas G30S 1965 di Gereja Komunitas Anugerah Reformed Baptist. 

Suar menerangkan, selama masa hidup para penyintas dan keluarga besar penyintas kerap mendapat stigma negatif dari masyarakat.

Tak hanya itu, mereka juga diminta melapor dan kartu identitasnya (KTP) ditandai sebagai tahanan politik usai lepas dari tahanan pada masa orde baru.

Namun sejak reformasi, pelaporan itu sudah tidak dilakukan lagi.

"Bahkan selama bulan September itu biasanya setiap minggu harus laporan, itu berpuluh-puluh tahun terjadi," jelasnya.

"Dari tahun 1968 atau sejak tahun dimana mereka dilepaskan dari tahanan, mereka dikenakn wajib lapor. KTPnya dulu ditandai sebagai tahanan politik," terang Suar.

"Di era reformasi sudah tidak seperti itu. Tapi di awal reformasi 1999-2000 masih ada begitu," tambahnya.

Akibat dari pelaporan dan pembedaan identitas itu, Suar menjelaskan para penyintas dulunya kerap mengalami kesulitan mencari kerja, melanjutkan kuliah, bahkan ada yang batal menikah.

Sebab, lanjutnya, banyak yang menolak jika berurusan dengan orang-orang yang dianggap tahanan politik.

"Mereka sulit mendapatkan pekerjaan dan melanjutkan studi karena stigma dari kampus. Bahkan ketika mau menikah, calon istri atau suami, dan calon keluarganya menolak karena mereka dianggap keturunan tahanan politik," jelasnya.

Cerita Tien Soeharto: Didatangi Peramal Hingga Hilangnya Sang Suami Saat Peristiwa G30S

Ada 8 Jenderal yang Akan Diculik Saat G30S/PKI, Brigjen Ahmad Soekendro Berhasil Selamatkan Diri

G30S PKI, Mengenang Kesaktian Pancasila Lewat Kemegahan Tugu Pahlawan Revolusi

Seiring waktu, para penyintas bangkit dari keterpurukan dengan berbagai macam strategi.

Halaman
1234
Penulis: Erlina Fury Santika
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved