G30S PKI

Peluru Tembus Ke Limpa Saat Lindungi AH Nasution, Ade Irma Suryani: Kenapa Ayah Mau Dibunuh, Mama?

Ade Irma yang saat itu baru berusia 5 tahun, meninggal akibat tertembak peluru pasukan tjakrabirawa yang merangsek masuk ke dalam rumahnya

Peluru Tembus Ke Limpa Saat Lindungi AH Nasution, Ade Irma Suryani: Kenapa Ayah Mau Dibunuh, Mama?
IST / Facebook / Museum of Jenderal Besar Dr. AH. Nasution
Ibu Sunarti Nasution menggendong jasad Ade Irma Suryani menuju ke tempat peristirahatannya yang terakhir di pemakaman umum blok P kebayoran. Insert : Foto Ade Irma Suryani semasa hidup 

TRIBUNJAKARTA.COM - Bocah kecil itu terkulai lemah dengan tubuh berdarah-darah. Ia tak berdaya tanpa tahu apa yang terjadi sebenarnya. Tembakan itu telah merobek punggungnya hingga peluru menembus limpa. Setelah enam hari dirawat, bocah kecil nan lucu itu pun menghembuskan nafas terakhir.

"Papa...apa salah adek?" demikianlah kalimat yang tertulis di lukisan Ade Irma Suryani dengan latar belakang Jenderal Besar Abdul Haris Nasution di Museum Jendral AH Nasution di Jl Teuku Umar 40 Menteng. Ade Irma Suryani tak pernah memeroleh jawaban atas pertanyaan tersebut.

Nama Ade Irma Suryani Nasution memang tak bisa dipisahkan dalam peristiwa paling kelam sejarah Indonesia.

Dalam peristiwa yang terjadi pada 1 Oktober 1965 sekitar pukul 03.45 tersebut, ajudan AH Nasution, Lettu Pierre Tendean juga ikut menjadi korban. Ia diculik lalu dibunuh di Lubang Buaya.

Jenderal Besar Dr AH Nasution saat menaburkan bunga di pusara Ade Irma Suryani
Jenderal Besar Dr AH Nasution saat menaburkan bunga di pusara Ade Irma Suryani (IST / Facebook / Museum of Jenderal Besar Dr. AH. Nasution)

AH Nasution yang selamat dalam peristiwa itu melukiskan perasaannya lewat sebaris kalimat yang tertulis di nisan Ade Irma.

"Anak Saja jang tertjinta. Engkau telah mendahului gugur sebagai perisai Ajahmu"

Apa yang sebenarnya terjadi saat itu?

Yanti Nurdin Nasution, anak pertama AH Nasution, menjelaskan detik-detik mencekam tersebut.

Sebagaimana dilansir laman Facebook Museum of Jenderal Besar Dr. AH. Nasution, berikut petikan kesaksiannya :

Masa Kecil Pimpinan PKI DN Aidit: Gemar Angkat Besi dan Rajin Tulis Catatan Harian

Dibangun untuk Peringati G30S/PKI, Intip Kondisi Monumen Pancasila Sakti Kini

Ada 8 Jenderal yang Akan Diculik Saat G30S/PKI, Brigjen Ahmad Soekendro Berhasil Selamatkan Diri

Saat itu umur saya 13 tahun, saya tidur di kamar seberang kamar ibu dan bapak Nasution, saat terjadi ribut-ribut disertai tembakan saya terbangun kemudian saya berusaha menyelamatkan diri dengan melompat jendela samping yang tingginya 2 meter, sampai tulang kaki saya patah yang saya rasakan sakitnya sampai sekarang, paha kaki saya yang kanan penuh dengan pen penyambung tulang.

Halaman
123
Editor: Erlina Fury Santika
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved