Pemkot Depok Belum Beri Bantuan ke Orangtua Bayi Tanpa Anus

Pasalnya uang tabungan mereka hanya mampu membiayai biaya rawat jalan dan kebutuhan Rayyan untuk satu bulan ke depan.

Pemkot Depok Belum Beri Bantuan ke Orangtua Bayi Tanpa Anus
Pixabay
Ilustrasi bayi 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, BEJI - Oklavia Supriatin (39) dan Haryanto (44) masih bingung mencari biaya rawat jalan dan kebutuhan sehari-hari anaknya, Rayyan Haryo Ardianto yang lahir tanpa anus.

Pasalnya uang tabungan mereka hanya mampu membiayai biaya rawat jalan dan kebutuhan Rayyan untuk satu bulan ke depan.

"Sekarang uang tabungan tinggal sedikit, cuman bisa beli kebutuhan Rayyan untuk satu bulan lagi. Kebutuhan Rayyan sebulan kan kurang lebih Rp 2,5 juta," kata Oklavia saat dihubungi wartawan di Beji, Depok, Minggu (30/9/2018).

Oklavia menjelaskan, harga 30 kantung kolostomi yang digunakan Rayyan untuk buang air besar yakni Rp 1.050 juta, empat kaleng susu penambah berat seharga Rp 1.280 juta.

Dia memilih susu penambah berat karena berat Rayyan sempat anjlok sebelum menjalani tahap satu pembuatan saluran pembuangan sementara di perutnya.

Terlebih dokter harus memotong sekira dua sentimeter usus bayi malang itu karena infeksi akibat gas dan kotoran yang tertahan di perut.

"Kalau dari Pemkot belum ada bantuan. Tapi Alhamdulilah kemarin ada saudara, teman, dan pihak lain yang kasih bantuan uang, sangat membantu. Kemarin baru berobat lagi di RS Hermina Depok karena sakit batuk, pilek, habis Rp 880 ribu," ujarnya.

Oklavia dan Haryanto sendiri telah mengajukan permohonan bantuan kepada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Depok.

Sejak satu pekan lalu mereka sudah menyerahkan formulir beserta persyaratan yang diminta oleh Baznas Depok.

Halaman
12
Penulis: Bima Putra
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved