Persiapan Belum Matang, Warga di Depok Tak Gelar Nonton Bareng Film G30S PKI Tahun Ini

RW 05 Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya, Depok tahun ini tak menggelar nonton bareng film G30S PKI karena kurangnya persiapan.

Persiapan Belum Matang, Warga di Depok Tak Gelar Nonton Bareng Film G30S PKI Tahun Ini
TribunJakarta
Ketua RT 02/RW 05 Kelurahan Abadijaya Budi Angkoso (63) di kediamannya, Sukmajaya, Depok, Minggu (30/9/2018) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, SUKMAJAYA - RW 05 Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya, Depok tahun ini tak menggelar nonton bareng film G30S PKI karena kurangnya persiapan.

Ketua RT 02/RW 05 Budi Angkoso (63) mengatakan acara batal digelar karena warga yang mengerti teknis menyiapkan sound system dan proyektor sedang sibuk.

"Sebenarnya ingin ngadain nonton bareng lagi, tapi pak Panca, warga yang ngerti persiapan teknisnya lagi sibuk. Kalau filmnya sih sebenarnya ada, cuman enggak ada orang yang ngerti persiapannya," kata Budi di Sukmajaya, Depok, Minggu (30/9/2018).

Gelaran nonton bareng film G30S PKI di RW 05 sebenarnya merupakan gelaran yang baru beberapa kali diadakan.

Namun karena di tahun 2017 lalu gelaran yang bertempat di Lapangan Batur Raya sukses dan diminati warga, perangkat RW dan RT sepakat mengadakan kembali.

Kala itu gelaran berlangsung sekira pukul 19.30 WIB hingga 23.40 WIB dan dihadiri oleh puluhan warga dari beragam usia.

Kesehatan Mental Seseorang Bisa Dilihat dari Unggahannya di Instagram, Ini Penjelasannya

Kemenpora: Sepeda Nusantara di Tabanan Bali Gerakan Pertumbuhan Ekonomi

Tak hanya itu, mereka juga sempat menyepakati hendak menaikan bendera setengah tiang di setiap rumah warga.

"Tahun kemarin yang nonton ramai, dan kita rasa memang perlu untuk sarana belajar sejarah. Makannya kita mau ngadain lagi, rencananya juga mau ada naikin bendera setengah tiang, tapi enggak jadi juga," ujar Agus seraya terkekeh.

Bendera setengah tiang itu bertujuan untuk menghormati Pahlawan Revolusi yang gugur pada tragedi 30 September 1965 lalu.

Menurutnya, bila tetap memaksa menggelar nonton bareng, maka hasilnya tidak akan maksimal dan justru mengecewakan.

"Kalau dipaksakan nanti hasilnya enggak sesuai, jadi terpaksa dibatalkan rencananya. Padahal warga sudah sepakat mau ngadain. Mudah-mudahan tahun depan bisa berjalan sesuai rencana," harapnya.

Penulis: Bima Putra
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved