10 PKL dan 5 Pak Ogah Terjaring Razia Satpol PP di Jatinegara

Sabanyak 10 PKL, lima pak ogah dan satu orang Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) ditertibkan petugas Satpol PP Jatinegara.

10 PKL dan 5 Pak Ogah Terjaring Razia Satpol PP di Jatinegara
TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
Petugas Satpol PP menertibkan para pedagang yang acap menggelar dagangan mereka di atas trotoar di Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (2/10/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Sabanyak 10 pedagang kaki lima (PKL), lima pak ogah dan satu orang Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) ditertibkan petugas Satpol PP Jatinegara.

Menurut Kasatpol PP Jatinegara, Sadiki, operasi ini untuk menegakkan Perda No 8 tahun 2007 tentang ketertiban sosial sekaligus mengembalikan fungsi trotoar bagi pejalan kaki.

"Operasi kali ini kami menyasar pedagang mandiri yang berjualan di atas trotoar dan di atas Jembatan Penyeberangan Orang (JPO), serta 'pak ogah'," ujar Sadiki kepada TribunJakarta.com, Selasa (2/10/2018).

Dalam operasi kali ini, petugas menyasar sejumlah tempat yang disinyalir telah diokupasi oleh para PKL.

"Kami menyisir mulai dari Jalan Matraman Raya hingga Jalan Bekasi Barat, depan Stasiun Jatinegara, untuk 'pak ogah' kami menyasar di depan Lapas Cipinang dan sekitar Kampung Melayu," dia menerangkan.

Pantauan TribunJakarta.com di dekat Terminal Kampung Melayu, sejumlah 'pak ogah' berhasil diamankan petugas Satpol PP yang mengenakan pakaian preman.

Saling tarik pun sempat terjadi saat seorang 'pak ogah' yang masih belia dipaksa masuk ke dalam mobil milik Sudin Sosial Jakarta Timur.

Seorang PMKS yang berada tak jauh dari lokasi turut diamankan petugas Satpol PP yang bekerjasama dengan petugas Pelayanan Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S) Sudinsos Jakarta Timur.

"Mereka yang terjaring razia 'pak ogah' dan PMKS akan kami data, kami ambil fotonya, KTP kami foto copy, dan kami kirim ke Panti Sosial, kami serahkan ke Sudinsos Jakarta Timur," kata Sadikin.

Tak hanya itu, dua dari 10 PKL yang terjaring razia juga terpaksa di tindak tegas petugas dengan melakukan penyitaan terhadap barang dagangannya.

"Kami sebagai petugas berusaha mengingatkan, kalau diingatkan masih membandel kami ambil tindakan tegas, kami tipiringkan (tindak pidana ringan)," ucap dia.

"Kami sita barangnya, lalu disidang di pengadilan, dia bayar denda baru dagangannya mami kebalikan," tambah dia.

Keberadaan PKL di Jatinegara sudah cukup meresahkan masyarakat, tak jarang keberadaan mereka sering kali menimbulkan kemacetan di sekitar kawasan tersebut.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved