Pilpres 2019

Gaet Suara Milenial di Pilpres 2019 Butuh Keteladanan

Menurutnya, kaum milenial tidak bisa diyakinkan hanya dengan kepentingan, figure, agenda, pendekatan, dan lainnya.

Gaet Suara Milenial di Pilpres 2019 Butuh Keteladanan
ISTIMEWA
Politikus PDI Perjuangan Maruarar Sirait bersama Ketua Umum DPP Perkumpulan Gerakan Kebangsaan Bursah Zarnubi, Direktur Eksekutif CIFA Syahroni Rofii, dan Pengamat Politik Adi Prayitno dalam diskusi bertema "Menakar Peran dan Pengaruh Generasi Milenial pada Pilpres 2019" di Jl Duren Raya, Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (3/10/2018) sore. 

UU itu nantinya akan mendorong kaum milenial untuk mulai berwirausaha dalam mengembangkan masa depannya.

Sementara Sandiaga agendanya bagaimana caranya membersarkan program OK Oce.

"Itu cara mereka menggaet milenial. Konsepnya mana yang penting milenial yang menilai,” katanya.

Ketua Umum Taruna Merah Putih itu mengatakan, milenial secara objektif itu bisa berubah dan sangat tergantung figurnya, kebijakannya, dan poisisi orang yang berkompetisi.

“Milenial itu akan sangat objektif. Pendekatan itu apa yang bisa dirasakan, dia sangat percaya pada keteladanan,” katanya.

Ara mencontohkan, orang yang tidak konsiten dengan omongan dan perbuatan, akan susah mendapatkan suara dari milenial.

Karena milenial itu akan sangat kritis terhadap sesuatu yang dianggap tidak konsisten.

Sementara Bursah Zarnubi mengatakan, generasi milenial adalah generasi yang unik karena hidup di tengah-tengah perkembangan teknologi.

Uniknya itu adalah milenial tidak mau terlibat dalam dunia sosial politik.

“Milenial itu asyik dengan dirinya sendiri dan mereka bisa menentukan dirinya sendiri,” ujar Bursah.

Halaman
123
Editor: Wahyu Aji
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved