Orang Tua Harus ajarkan Anak Melindungi Diri Agar Tehidar dari Pelecehan

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Bekasi mencatat hingga September 2018, kasus kekerasan terhadap anak sudah terjadi sekitar 98x

Orang Tua Harus ajarkan Anak Melindungi Diri Agar Tehidar dari Pelecehan
Kompas.com/shutterstock
Ilustrasi kekerasan anak 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bekasi mencatat hingga September 2018, kasus kekerasan terhadap anak sudah terjadi sekitar 98 kali.

Untuk itu, pihaknya terus mengupayakan pencegahan dengan melibatkan kader Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), untuk membantu sosialisasi tentang kekerasan terhadap anak.

"Pemkot tentu tidak bisa bergerak sendiri, kita berdayakan pemangku RT/RW, Kader PKK misal anak-anak kalau balita ada posyandu nanti si kader-kader itu akan menyampaikan ke orang tuanya seperti apa kekerasan. Minimal tahu dulu jenis kekerasan, misal ada bullying, pelecehan," kata Mien Aminah, saat dikonfirmasi, Rabu, (3/10/2018).

Selain itu kata dia, elemen sasaran sosialisasi yakni lingkungan sekolah. Sosialisasi di sekolah harus melibatkan banyak pihak, mulai dari siswa itu sendiri, guru, dan orang tua murid.

DP3A juga secara rutin menyediakan layanan pengaduan sahabat anak dan perempuan, masyarakat yang ingin berkonsultasi akan dilayani ahli psikolog dari DP3A.

"Intinya bahwa kita semua apakah itu orang tua, keluarga, tetangga, masyarakat sekitar, semua lini harus waspada terhadap kasus kasus yang terjadi," kata Mien.

Harga Telur Ayam di Pasar Cempaka Putih Naik Hingga Rp 3.000 Satu Kilogram

Atap Dapur Shelter Kampung Kunir Tanpa Talang Air, Warga Khawatir Kompor Kebasahan Air Hujan

Pengelola Perguruan Ruhama Ciputat, Sebut Penyebab Kebakaran Gedung diduga Akibat Korsleting Listrik

Mien menambahkan, peran orang tua sejatinya sangat penting untuk memprotkesi anak dari tindak kekerasan atau pelecehan. Misal kata dia, kasus pelecehan yang kerap terjadi, orang tua bisa melakukan pencegahan dengan mengedukasi anak.

"Mencegah kekerasan kepada anak harus kita ajarkan anak agar bisa memproteksi diri. Misal kita mengajarkan ada beberapa wilayah tubuh yang tidak boleh disentuh oleh orang lain, jika ada yang melakukan anak harus apa, harus punya keberanian jika terjadi sesuatu untuk melaporkan, menolak, berteriak, minta tolong itu yang harus dilakukan oleh anak," jelas Mien.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved