Pengelola Perguruan Ruhama Ciputat, Sebut Penyebab Kebakaran Gedung diduga Akibat Korsleting Listrik

Saat ini proses belajar mengajar sudah berlangsung seperti biasa. Sekolah pun mengambil kebijakan dengan memadatkan murid di ruang kelas yang tersisa.

Pengelola Perguruan Ruhama Ciputat, Sebut Penyebab Kebakaran Gedung diduga Akibat Korsleting Listrik
TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
SMP Islam Ruhama, Cirendeu, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Rabu (3/10/2018) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPUTAT - Direktur Perguruan Ruhama, Endang Surahman, menyebut penyebab kebakaran yang menimpa gedung SMP Islam Ruhama, Senin (1/10/2018) lalu, disebabkan konsleting listrik.

Konsleting listrik terjadi di bagian gudang sekolah yang berisi peralatan kegiatan para murid-murid SMP.

Hal tersebut disampaikan, saat TribunJakarta.com menyambangi sekolah SMP Islam yang berada di Jalan Tarumanegara, Gang Buni, Cirendeu, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Rabu (3/10/2018).

"Berdasarkan hasil penyelidikan kami di sini dari saksi mata, memang konsleting listrik. Di atas gudang itu. Karena ini kan gedung lama. Makanya kita penting memeriksa kembali instalasi listrik itu," ujar Endang, Rabu (3/10/2018).

Endang juga memaparkan, api yang berkobar selama sekitar empat jam, menghanguskan 12 ruangan, termasuk lab komputer SMK Islam Ruhama, yang beririsan langsung dengan gedung SMP.

"Ruang belajar empat, ruang TU (tata usaha) dua, ruang guru satu, ruang lab komputer satu, ruang Osis satu, gudang satu, rumah inventaris satu dan kantin. Lab komputer itu SMK," katanya.

Saat ini proses belajar mengajar sudah berlangsung seperti biasa.

Terjawab, Ini Penyebab Kolam Renang Puslatdiksarmil TNI AL Juanda Berombak Hingga Viral Media Sosial

14 Negara Bantu Korban Gempa dan Tsunami, Dikawal TNI Hingga KPK Buka Kantor di Sulteng

Sekolah pun mengambil kebijakan dengan memadatkan murid di ruang kelas yang tersisa.

"Kelas VII, dari empat kelas jadi tiga kelas, kelas VIII, dari empat kelas jadi tiga kelas, sama juga kelas IX dari empat jadi tiga kelas," paparnya.

Pantauan TribunJakarta.com, para murid SMP ysang mengenakan seragam pramuka sudah berkegiatan di sekolahnya. Sekira pukul 13.00 WIB, para murid sedang kembali ke ruang kelas setelah menunaikan salat Zuhur berjamaah.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved