PSSI Siapakan Program Khusus Pesepak Bola Muda

Meski gagal masuk ke Piala Dunia U-17 setelah finish di delapan besar pada Piala Asia U-16, Timnas U-16 Indonesia tetap mendapatkan apresiasi tinggi

Editor: Erik Sinaga
Tribunnews/Abdul Majid
Timnas U-16, pelatih, ofisial, Sekjen PSSI Ratu Tisha dan Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Raden Isnanta saat foto bersama di Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Rabu (3/10/2018). Tribunnews/Abdul Majid   

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNJAKARTA.COM – Meski gagal masuk ke Piala Dunia U-17 setelah finish di delapan besar pada Piala Asia U-16, Timnas Indonesia U-16 tetap mendapatkan apresiasi tinggi baik dari pemerintah dan masyarakat Indonesia.

“Kami berterima kasih atas apresiasi yang mendalam dari seluruh rakyat Indonesia dan juga pemerintah Indonesia akan prestasi Timnas U-16 yang telah diukirkan di Malaysia kemarin,” kata Sekjen PSSI, Ratu Tisha saat menemani Timnas U-16 di Kantor Kemenpora, Rabu (3/10/2018).

Setelah ini, anak asuh coach Fachry akan dikembalikan ke klub atau akademinya masing-masing, dan tetap mendapat perhatian dari PSSI hingga ada pemanggilan kembali.

Tisha juga mengatakan bahwa pencapain tim berjuluk Garuda Asia ini mendorong PSSI untuk gencar membuat program yang kedepannya bisa terus menumbuhkan pesepakbola berkualitas.

“Di PSSI saat ini kami tengah mempersiapkan pemisahan jenjang kompetisi antara elit youth dan amatir youth untuk memastikan yang terbaik melawan yang terbaik, yang masih belajar melawan yang masih belajar. Ada pemisahan jenjang seperti laiknya kelas unggulan dan kelas non unggulan agar terciptanya genarasi-generasi youth kompetisi kita yang akan terus terintegrasi dengan jenjang lainnya,” papar Tisha.

Gaet Suara Milenial di Pilpres 2019 Butuh Keteladanan

Ramalan Zodiak Kamis 4 Oktober 2018: Sagitarius dan Capricorn Jaga Keuanganmu Ya

Gunung Soputan Meletus, BNPB Imbau Masyarakat Gunakan Masker dan Tidak Beraktivitas di Radius 4 Km

Terakhir, Tisha pun berharap kepada Bagus dkk. agar tetap fokus mengukir mimpi dan jangan sampai pencapaian hari ini menjadi torehan kosong semata.

“Konsistensi dan fokus adalah inti dari segalanya. Jangan sampai kita berbangga hati hari ini, lupa diri, kemudian piala ini akan menjadi piala kosong,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved