Gempa di Lombok

80 Persen Korban Gempa dan Tsunami Suteng Butuh Penanganan Ortopedi

Sebanyak 80 persen korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah membutuhkan penanganan ortopedi.

Penulis: Suci Febriastuti | Editor: Y Gustaman
Dok PB IDI
Suasana penanganan korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Suci Febriastuti

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Sebanyak 80 persen korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah membutuhkan penanganan ortopedi.

"Pergerakan tim dokter dan tenaga medis yang cepat tanggap menjadikan penanganan pasien yang membutuhkan operasi darurat segera tertangani," kata Sekjen Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia dr Adib Khumaidi, SpOT dalam keterangan resminya, Kamis (4/10/2018).

Adib yang juga menjabat Ketua Perhimpunan Dokter Emergensi Indonesia mendapat informasi tersebut dari laporan Tim Aju IDI yang diturunkan pada Sabtu (28/9/2018) lalu.

Pada Rabu (3/10/2018), Adib beserta sejumlah tim medis IDI yang tergabung di berbagai organisasi turun langsung menangani korban gempa dan tsunami.

"Menggunakan pesawat Hercules C130 dari TNI AU yang berangkat dari Lanud TNI AU Makassar, tim PB IDI membawa bantuan perlengkapan untuk operasi ortopedi beserta obat-obatan yang dibutuhkan," kata dia.

Setiba di RS Undata Palu, tim PB IDI segera melakukan koordinasi gabungan dengan pemerintah dan NGO terkait alur pelayanan dan kondisi di lokasi bencana.

"Kami sudah menerima laporan tim Aju sehingga setiba disini (Palu), tim IDI dapat segera melakukan tindakan untuk meminimalkan risiko bagi para korban gempa dan tsunami," ujarnya.

Saat ini, dengan bantuan banyak pihak, mobile clinic dan RSUD di Palu sudah siap digunakan beserta ketersediaan logistik obat-obatan.

Ia mengatakan PB IDI beserta Baznas akan membuat pos medis di bandara yang berfungsi untuk menscreening kondisi pasien yang meninggalkan atau kembali ke Palu.

Pada H+1 gempa dan tsunami Sulteng, PB IDI bersama dengan TNI menurunkan tim medis dengan membawa bantuan medis melalui berbagai jalur, yaitu udara, darat (melalui Mamuju), serta laut.

Untuk Rumah Sakit Terapung, KRI dr Soeharso saat ini telah berlabuh di pelabuhan Palu.

Sementara itu, RS Terapung Ksatria Airlangga yang bertolak dari Kepulauan Alor dan Banda Neira dipastikan akan berlabuh hari ini di Donggala untuk menangani kondisi korban bencana di daerah tersebut.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved