Asian Para Games 2018

Dinas Pendidikan DKI Minta Biaya Operasional Pelajar Terlibat Asian Para Games Ditransfer Langsung

"Kami sudah minta, sebaiknya masuk langsung ke rekening peserta didik. Sehingga semuanya dikelola oleh peserta didik," katanya.

Penulis: Pebby Ade Liana | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/PEBBY ADE LIANA
PLT Kadisdik DKI Jakarta Bowo Irianto di Balai Kota DKI Jakarta Senin, (6/8/2018). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Dinas Pendidikan DKI Jakarta menyarankan biaya operasional yang diberikan kepada pelajar yang berkontribusi di opening Asian Para Games 2018, langsung ditransfer.

Hal ini bercermin dari persoalan penari Ratoeh Jaroe yang terlambat dibayar saat pembukaan Asian Games 2018.

Menurut PLT Kadisdik DKI Jakarta Bowo Irianto, pihaknya telah meminta kepada Inapgoc agar memberikan biaya operasional para siswa secara langsung jika memang ada.

"Kami sudah minta, sebaiknya masuk langsung ke rekening peserta didik. Sehingga semuanya dikelola oleh peserta didik. Jadi kalau ada perlu transport, mereka keluar sendiri. toh nanti uangnya itu (terganti)," kata Bowo saat dikonfirmasi wartawan di Jakarta, Kamis (4/10/2018).

Pernyataan ini dikatakan Bowo, lantaran menengok kejadian yang terjadi pada beberapa siswa penari Ratoeh Jaroe Asian Games beberapa waktu lalu.

Sejumlah siswa dari beberapa sekolah perotes, tantaran merasa honor yang dibayarkan oleh pihak Inasgoc melalui sekolah tak kunjung diterimanya.

Bahkan beberapa diantaranya sempat mengaku bahwa honor yang diterimanya tak sesuai dengan apa yang dijanjikan sebelumnya.

Padahal, menurut keterangan Bowo, uang tersebut bukanlah honor seperti yang disebut-sebut. Namun, merupakan biaya operasional yang diberikan Inasgoc untuk keperluan transportasi dan konsumsi siswa dimana pembiayaan tersebut diatur oleh pihak sekolah.

180 Titik Rawan Banjir dan Genangan Hingga Sederet Antisipasi Pemprov DKI Hadapi Musim Hujan

Kebohongan Ratna Sarumpaet, Kubu Jokowi Sarankan Prabowo Minta Maaf Hingga Komentar Fahri Hamzah

"Sudah clear. Kami sudah panggil para kepala sekolah, dan memang saat kami lihat dari mou nya memang mou ini bunyinya adalah biaya operasional. Tidak ada sebut disitu biaya honor penari. Tidak. Sehingga biaya operasional itu kami dapat penjelasan dari sekolah, kan mereka pelatihan, itu kemudian butuh transportasi, transportasi juga tidak mungkin dibiayai oleh sekolah. Jadi diperhitungkan dulu untuk tranport dan konsumsi. Setelah itu sisanya kemudian dibagikan kepada penari," kata Bowo.

"Nah ini jadi pembelajaran untuk kami ke depan, kalo seandainya di Asian Para Games ini ada juga pola itu, kami sudah minta sebaiknya masuk langsung ke rekening peserta didik," tuturnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved