Dishub Kota Bekasi Bakal Terjunkan 80 Personil untuk Atur Rekayasa Lalu Lintas di Kalimalang

Johan menambahkan, keberadaan personil nantinya akan memandu pengendara perihal rekayasa lalu lintas di ruas jalan KH Noer Ali, Kalimalang.

TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Ruas Jalan KH Noer Ali di sisi selatan dioptimalkan untuk rekayasa lalu lintas. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi bakal menerjunkan 80 personil selama proses rekayasa lalu lintas di Jalan KH Noer Ali, Kalimalang, Kota Bekasi.

Kepala Bidang Transportasi Dishub Kota Bekasi, Johan Budi mengatakan, penempatan personil itu nantinya akan diproyeksikan kurang lebih selama satu minggu setelah uji coba yang akan berlangsung, Sabtu (6/10/2018).

"Untuk hari pertama sampai hari ke tujuh akan full tim, kita akan terjunkan sekitar 80 sampai 100 orang," kata Johan, Kamis (4/10/2018).

Johan menambahkan, keberadaan personil nantinya akan memandu pengendara perihal rekayasa lalu lintas di ruas jalan KH Noer Ali, Kalimalang.

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan sosialisasi dengan membagikan pamflet ke sejumlah pengendara selama proses uji coba berlangsung.

"Karena ini segmennya panjang mulai dari Caman sampai Galaxy, lalu ada JORR, dan jembatan enam kita akan tempatkan petugas, karena jembatan enam itu kita tutup jangan sampai ada yang berputar disitu," jelas Johan.

Sang Ibunda Nangis Meraung Melihat Roro Fitria Pingsan Setelah Dengar Putusan JPU 5 Tahun Penjara

Adapun rekayasa lalu lintas di Jalan KH Noer Ali Kalimalang akan dilakukan sepanjang 1,7 kilometer mulai dari Galaxy hingga Sumber Arta serta menutup jembatan IV Kalimalang.

Rekayasa lalu lintas meliputi pengoptimalan penggunaan lajur selatan Kalimalang mulai dari Galaxy menuju arah Jakarta. Sedangkan lajur sisi utara dikhususkan untuk kendaraan dari Jakarta menuju Bekasi.

Jembatan IV Kalimalang sendiri terpaksa ditutup karena dibutuhkan alat berat untuk melakukan pengerukan tanah konstruksi dengan kedalaman sekitar 30 meter.

Jembatan ini, kata dia, juga digunakan pengendara yang datang dari arah Jakarta untuk berputar arah.

Namun karena jembatan ini ditutup, maka arus kendaraan dari arah Galaxy menuju Kota Bekasi terpaksa dialihkan ke Jembatan Caman sejauh 1,7 kilometer dari Jembatan VI.

Guna menghindari simpul kepadatan kendaraan di Jembatan Caman, maka pengendara yang datang dari Jakarta menuju Jatibening juga dialihkan hingga Jembatan Galaxy.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved