Kepala UPK Badan Air Sebut Air di KBT Tercemar Limbah Detergen

Ia menjelaskan, kandungan detergen tersebut berasal dari limbah rumah tangga dan limbah kegiatan usaha.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta/Dionisius Arya Bima Suci
Kondisi air di Kanal Banjir Timur (KBT), dekat Kampus STMT Trisaksi, Cipinang Besar Selatan, Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (3/10/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Plt Kepala UPK Badan Air Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta Andono Warih menyebut, air yang berada di aliran Kanal Banjir Timur (KBT) telah terkontaminasi detergen.

Efeknya, tiap kali melewati terjunan akan timbul buih sehingga menutupi permukaan air di aliran KBT.

"Itu terjadi karena air mengandung detergen, kandungannya kuat, jadi begitu ada grojokan atau terjunan menimbulkan buih," ucapnya kepada awak media, Jumat (5/10/2018).

Ia menjelaskan, kandungan detergen tersebut berasal dari limbah rumah tangga dan limbah kegiatan usaha.

"Yang pasti limbah rumah tangga karena kita mencuci dan mandi semuanya di lepas ke saluran air dan akhirnya bermuara di sungai besar termasuk KBT," ujarnya.

"Tapi enggak menutup kemungkinan dari kegiatan usaha seperti cucian mobil, motor, dan laundry yang menggunakan detergen," tambahnya.

Mahfud MD Ingatkan Fahri Hamzah Soal e-KTP Seusai Disinggung Hoaks Jabatan Cawapres

Pencemaran limbah di KBT ini sendiri disesalkan oleh Andono lantaran saluran tersebut seharusnya digunakan untuk mengalirkan air hujan sehingga tidak meluap ke pemukiman warga.

Namun, saat ini malah beralih fungsi menjadi saluran pembuangan limbah dari pemukiman warga.

Sebelumnya, Ismail (45), petugas UPT Badan Air menerangkan, buih air di saluran KBT Cipinang Besar Selatan muncul sejak sebulan belakangan ini, saat musim kemarau tiba.

"Busa sudah muncul sejak sebulan yang lalu, sejak musim kemarau," kata Ismail saat ditemui TribunJakarta.com, Rabu (3/10/2018) yang lalu.

Pihak Sudin LH Jakarta Timur sendiri masih menelusuri sumber pencemaran air tersebut dengan melakukan penyisiran ke hulu sungai.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved