Menristek Dikti Luncurkan Pendidikan Jarak Jauh di Indonesia

Menristek melanjutkan, pada era revolusi industri seluruh perguruan tinggi mau tidak mau harus menjalankan PJJ.

Menristek Dikti Luncurkan Pendidikan Jarak Jauh di Indonesia
TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Mohamad Nasir saat menghadiri groundbreaking GIPTI di BSD City, Kabupaten Tangerang, Kamis (4/10/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, PAGEDANGAN - Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Mohamad Nasir menyatakan pendidikan jarak jauh (PJJ) sudah dapat diaplikasikan.

Menurutnya sistem pembelajaran jarak jauh sangat dibutuhkan pada era revolusi industri saat ini dan telah diluncurkan dalam mengedepankan tiga aspek.

"Permen ini sudah keluar dari tiga minggu lalu dan sudah mulai diberlakukan. Peraturan itu dikeluarkan dengan tiga aspek yaitu, bidang mata kuliah, bidang studi, dan di bidang universitas," ujar Nasir saat menghadiri groundbreaking GIPTI di BSD City, Kabupaten Tangerang, Kamis (4/10/2018).

Menristek melanjutkan, pada era revolusi industri seluruh perguruan tinggi mau tidak mau harus menjalankan PJJ.

Sebab, jika perguruan tinggi tidak mau berubah terancam termakan zaman, apalagi kuliah tatap muka jauh lebih mahal karena adanya tanggungan biaya gedung.

"Perbandingan itu bisa dilakukan dengan blended learning bersama-sama atau face to face sama online. Karena PJJ tidak perlu kelas dan pasti harganya pun lebih murah lah dengan kualitas pendidikan yang sama," jelas Nasir.

Ia menambahkan, ketentuan sistem pendidikan tinggi termasuk PJJ harus mampu beradaptasi dengan merancang program inovatif yang sejalan dengan perkembangan zaman.

"Ketentuan kalau mereka melakukan online harus mengikuti prosedur yaitu penjaminan mutu. Penjaminan mutu yang sangat penting adalah sistem yang akan disampaikan dalam perkuliahan apakah memadai atau tidak," kata Nasir.

Kings Archery Klub Depok Tanamkan Pentingnya Menjaga Sikap kepada Anggota

Demi Tambahan Uang Jajan, Bocah Ini Memulung Sambil Mengemis di Kelapa Gading

Dituntut 5 Tahun Penjara, Roro Fitria Menangis dan Pingsan Saat Temui Ibunda

Nantinya akan ada lembaga Cyber Institute yang akan mengevaluasi dan mengurusi bagaimana hasil juga proses pembelajaran PJJ.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved