Kabar Artis
Rudy Wowor Meninggal Dunia, Sahabat Beberkan Pertemuan Hingga Rencana yang Belum Tercapai
Aktor kawakan Rudy Wowor meninggal dunia. Teuku Rifnu Wikana menyebutnya sebagai sosok pijakan dalam berkarya.
Penulis: Erlina Fury Santika | Editor: Erik Sinaga
TRIBUNJAKARTA.COM - Aktor Teuku Rifnu Wikana menyampaikan rasa duka atas meninggalnya aktor kawakan Rudy Wowor, Jumat (5/10/2018)..
Teuku Rifnu Wikana sampaikan ucapan belasungkawanya itu melalui akun Instagramnya, @rifnuwikana.
Ia mengunggah beberapa foto kenangan berupa pentas teater yang pernah ia jalani bersama Rudy Wowor.
Pada unggahan itu iapun menceritakan kisah pertemuannya dengan Rudy Wowor.
Teuku Rifnu Wikana menjelaskan, pertemuan pertama dengan aktor kelahiran Belanda itu pada tahun 2006.
Ia dan Rudy Wowor terlibat di Pentas Teater Nyai Ontosoroh.
Sejak pementasan itu, dirinya kerap bertemu di beberapa kegiatan, hingga akhirnya bermain di film Darah Garuda pada tahun 2011.
Tak hanya itu, Teuku Rifnu Wikana juga masih sempat bertemu Rudy Wowor dalam film Java Heat yang diproduksi tahun 2013 silam
Teuku Rifnu Wikana pun membeberkan dirinya dan Rudy Wowor sempat berencana membuat pentas teater monolog Sultan Hamid 2.
Rencananya, pentas itu akan disutradarai Rudy Wowor.
Namun sayang, rencana itu belum terwujud hingga Rudy Wowor tutup usia.
Dari sederet pertemuannya itu, Teuku Rifnu Wikana menyebut Rudy Wowor sebagai sosok yang berpengalaman.
• Aktor Senior Rudy Wowor Meninggal Karena Kanker Prostat, Yuk Kenali Penyebab dan Cara Pencegahannya!
• Meninggal Dunia, Rudy Wowor Sempat Ingin Datang ke Akad Nikah Anaknya Meski Sakit
• Meninggal Dunia Jumat Pagi, Ini Sederet Film yang Dimainkan Rudy Wowor
Pengalamannya itulah yang membuat Teuku Rifnu Wikana terus belajar dari Rudy Wowor.
Ia juga menyebut Rudy Wowor sebagai pijakannya dalam berkarya.
"Innalillahi wainnailaihi rojiuun. Selamat jalan Om Rudi Wowor. Semoga kau bisa berkarya disana..," tulisnya.
"2006 pertama berkarya bersama di Pentas Teater Nyai Ontosoroh. Kami selalu bertemu sampai film Darah Garuda 2011. Banyak pengalaman beliau menjadi pijakan buat saya. Kami pernah berencana membuat pentas Monolog Sultan Hamid 2, yang akan di sutradarai beliau, namun itu tidak terjadi," imbuhnya.
"Semoga kau tenang disana om..," pungkas pemain film Laskar Pelangi ini.
Diberitakan sebelumnya, Rudy Wowor meninggal dunia pada Jumat (5/10/2018) sekira pukul 07.30 WIB di Rumah Sakit Meilia Cibubur, Jakarta Timur.
Rudy Wowor meninggal karena penyakit kanker prostat yang dideritanya.
"Papah meninggal karena kanker prostat, sekarang jenazahnya masih di RS Meilia. Sebentar lagi dibawa ke sini, rumah saya. Karena kalau di rumah papah yang di Cibubur kan papah tinggal sendiri. Ini permintaan saya," kata Michael di rumah duka, Beji, Depok, Jumat (5/10/2018).
Michael menuturkan, ayahnya diketahui menderita kanker prostat sejak awal tahun lalu dan sempat dirawat inap di Rumah Sakit Polri Kramat Jati selama dua minggu.

Namun karena kondisi ayahnya yang sudah tak bisa berjalan atau duduk, Rudy dirawat di RS Meilia Cibubur dengan alasan lebih dekat dengan rumahnya.
"Sebenarnya enggak dirawat inap, rawat jalan saja. Kalau di rumah itu papah dirawat sama perawat dari RS Meilia Cibubur," ujarnya.
Rudy sendiri akan direncanakan dimakamkan di TPU Pondok Rangon, Jakarta Timur sekira pukul 15.00 WIB.
Pihak keluarga sendiri masih mengurus segala keperluan jenazah di rumah duka
• Keberagaman Indonesia Jadi Tema Opening Ceremony Asian Para Games 2018
• Komisi C Kabupaten Langkat Pelajari Pengelolaan Pajak dari Pemkot Jakarta Timur
• Disparbud DKI Jakarta Sebut Permohonan Sponsorship dari Ratna Sarumpaet Sejak Bulan Januari
"Dimakamin di TPU Pondok Rangon, rencananya jam tiga sore nanti. Sekarang masih menunggu jenazah papah," tuturnya.
Rudy Wowor meninggal dunia pada usia 77 tahun.
Sosok humoris
Rudy Wowor dikenal sebagai sosok yang profesional.
Hal itu disampaikan langsung rekan satu profesi Rudy Wowor, Roy Karyadi.
"Menurut saya dia ikon di dunia hiburan. Dia selalu profesional dalam bekerja, semuanya harus sempurna, enggak boleh kurang sedikitpun," kata Rudy di Beji, Depok, Jumat (5/10/2018).
Roy mencontohkan saat Rudy melatih kepribadian sejumlah model, dia selalu menanamkan pentingnya disiplin.
Meski bersikap keras, Roy yang sudah mengenal Rudy sejak masih di Belanda itu menyebut sahabatnya bersikap keras karena tujuan yang baik.
"Kalau soal kerja dia keras, pas mendidik orang itu dia enggak peduli yang dimarahinnya anak siapa. Selama dia rasa kerjanya enggak total ya dia marah. Tapi marahnya ada tujuannya," ujarnya.

Saat sedang tak bekerja, Roy mengatakan Rudy merupakan sosok yang humoris dan senang melontarkan guyonan.
Dia juga tak kehilangan semangat meski secara kesehatan fisiknya sudah digerogoti kanker prostat yang dideritanya sejak beberapa tahun lalu.
"Dia orangnya humoris. Hampir satu tahun terakhir ini dia memang lebih banyak berbaring di atas kasus. Tapi kalau kita jenguk dia mau berusaha untuk berdiri," tuturnya. (Erlina Fury Santika/Bima Putra)
Follow: