Tangkap Calo CPNS, Polisi Imbau Jangan Percaya Jalur 'Pintu Belakang'

Polisi mengimbau kepada masyarakat agar jangan mempercayai orang yang mengaku bisa membantu jadi PNS dengan persyaratan membayar uang.

Tangkap Calo CPNS, Polisi Imbau Jangan Percaya Jalur 'Pintu Belakang'
Grafis Tribunwow/Kurnia Aji Setyawan
CPNS 2018 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG SELATAN - Menjadi seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) kerap menjadi profesi impian sejumlah masyarakat.

Pendaftaran masuk CPNS yang sedang berjalan saat ini pun ramai diserbu demi membuka kesempatan agar bisa menjadi pengabdi negara tersebut.

Namun, ambisi menjadi PNS kerap dimanfaatkan sejumlah pihak tak bertanggung jawab dengan menjanjikan bisa membantu jadi PNS lewat jalur di luar seleksi resmi, alias lewat pintu belakang.

Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Alexander Yurikho, menjelaskan pihaknya baru saja menangkap dua orang atas nama Syahyar Harahap (67) dan Ade Supriyatna (37), yang merupakan bekas pegawai Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel, karena kedapatan menipu Dupi Damayanti, menjanjikan bisa membantu memasukkan jadi PNS dengan membayar nominal uang ratusan juta rupiah.

Sabet Gelar Juara, Nadya Harap Ajang Gunadarma Wall Climbing Competition Digelar Setahun Dua Kali

Nadirsyah Hosen Pertanyakan Nalar Fahri Hamzah Saat Sebut Mahfud MD Korban Kebohongan di Pilpres

Yurikho sudah mengonfirmasi Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP), bahwa tidak ada jalur lain untuk mendaftar PNS, selain jalur online yang sudah ditentukan pemerintah pusat.

"Tidak ada Proses penerimaan CPNS dengan tolak ukur diterima atau tidak nya menjadi PNS dengan sejumlah uang, jalani proses yang sudah banyak menggunakan sistem elektronik," tegas Yurikho.

Sebagai penegak hukum, ia juga mengimbau kepada masyarakat agar jangan mempercayai orang yang mengaku bisa membantu jadi PNS dengan persyaratan membayar sejumlah uang.

"Jangan percaya jika ada pihak yang manawarkan bisa menjadikan PNS melalui jalur di luar Formal dengan mengharuskan memberikan sejumlah uang," imbaunya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved