Ini Cara Kenali Helm Bekas Curian
Pasar helm bekas di kaki lima, memang menjadi alternatif bagi masyarakat untuk mendapatkan pelindung kepala wajib bagi pengendara sepeda motor.
Penulis: Nawir Arsyad Akbar | Editor: Rr Dewi Kartika H
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nawir Arsyad Akbar
TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Pasar helm bekas di kaki lima, memang menjadi alternatif bagi masyarakat untuk mendapatkan pelindung kepala wajib bagi pengendara sepeda motor.
Contohnya adalah sentra penjualan helm di daerah sepanjang Jalan Matraman, dekat Jalan Urip Sumoharjo, Jatinegara, Jakarta Timur dimana beragam pedagang helm kaki lima terlihat menjajakan dagangannya tepat di pinggir jalan.
Akan tetapi, dari berbagai jenis helm yang dijual di sana, beberapa ada yang merupakan barang curian dari sejumlah wilayah di Jakarta.
Seorang penjual helm bekas di Jalan Matraman, yang enggan disebutkan namanya mengatakan ada sejumlah cara mengenali helm curian yang dijual di kawasan tersebut.
"Cara paling gampang lihat tali pengikat atau yang bunyinya klik itu. Kalau sudah tidak ada (tali pengaman) berarti itu curian dari motor," ujar seorang penjual helm bekas berinisial T, Sabtu (6/10/2018).
• Ingin Tampil Beda, Pemuda Pengemudi Ojek Online Ini Pakai Helm Boneka
• Berburu Helm Bekas di Jalan Matraman Jakarta Timur, Murah dan Bermerk
Selanjutnya, T menceritakan bahwa helm curian dapat dilihat dari kaca helm tersebut, yang biasanya lebih kencang dan memiliki banyak goresan.
"Kaca walaupun sudah dilap bagaimanapun pasti tetap tidak hilang goresan-goresannya. Terus kaca naik-turunnya lebih kencang," ujar T.
Helm bekas akan dijual dengan harga tertinggi Rp 450 ribu hingga Rp 350 ribu tergantung merek dan model, sebelum proses tawar menawar.
"Helm bekas dengan hasil curian ini ada karena memang permintaan helm bekas terus muncul di masyarakat," ujar T.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/helm-bekas_20181006_142723.jpg)