Breaking News:

Budiman Sudjatmiko Tantang Debat Fadli Zon, Fahri Hamzah, Rocky Gerung hingga Dahnil Anzar

Budiman Sudjatmiko menantang debat Fadli Zon, Dahnil Anzar, Fahri Hamzah, hingga Rocky Gerung.

YouTube/iNewsOfficial
Budiman Sudjatmiko 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Rr Dewi Kartika H

TRIBUNJAKARTA.COM - Politikus PDIP Budiman Sudjatmiko menantang debat Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon dan Fahri Hamzah.

Tak hanya itu Budiman Sudjatmiko turut menantang akademisi Rocky Gerung dan Juru Bicara Koalisi Adil Makmur Dahnil Anzar Simanjuntak.

Dalam perdebatan itu Budiman Sudjatmiko mengatakan akan didampingi anggota DPR Chicco Hakim dan politikus Poempida.

Namun ia juga bersedia jika diharuskan berdebat sendirian.

Budiman Sudjatmiko mengatakan debat tersebut boleh membahas soal apapun, mulai dari filsafat hingga teknologi.

"Saya siap jika harus debat menghadapi @fadlizon @Fahrihamzah @Dahnilanzar & @rockygerung.

Baik saya dengan @chicohakim & @poempida mewakili @inovator4id atau sendiri.

Debat APAPUN. Mulai dari filsafat & teknologi s/d ttg massa aksi yg benar. Mereka harus belajar tertib," tulis Budiman Sudjatmiko.

Lantas bagaimanakaha reaksi Fadli Zon, Fahri Hamzah, Rocky Gerung, dan Dahnil Anzar dalam menerima tantangan tersebut?

Sederet Politikus Ngaku Jadi Korban Ratna Sarumpaet, Budiman: Yang Berhak Bilang Warga Danau Toba

Akui Berbohong, Ratna Sarumpaet Diminta Budiman Sudjatmiko Minta Maaf dan Cium Sang Cucu

TONTON JUGA

Pantauan TribunJakarta.com, Fadli Zon rupanya menerima tantangan debat Budiman Sudjatmiko.

Ia langsung menanyakan kapan dan dimana debat tersebut akan berlangsung.

Fadli Zon bahkan menyarakan debat itu ditayangkan di stasiun TV.

"Boleh juga ayo kapan kita debat dan dimana? Asyiknya di salah satu tv," tulis Fadli Zon.

Rupanya bukan hanya Fadli Zon, Dahnil Anzar juga menyanggupi tantangan debat Budiman Sudjatmiko.

Ia mengaku dengan senang hati merima tantangan tersebut.

"Dengan senang hati Mas Budiman, maaf baru baca Twitter, sampai belum baca ajakan anda," tulis Dahnil Anzar.

Sindir Usulan Debat Bahasa Inggris, Budiman Sudjatmiko: Lebih Sensasional Pakai Bahasa Esperanto

Sebut Dirinya Beda Kelompok dengan Rocky Gerung, Begini Tanggapan Budiman Sudjatmiko

Namun hingga berita ini diturunkan, Rocky Gerung dan Fahri Hamzah belum merespon tantangan debat tersebut.

Budiman Sudjatmiko mengatakan debat penting untuk dilakukan.

Pasalnya menurut Budiman Sudjatmiko debat adalah cara untuk mengasah pikiran.

"Debat adalah cara untuk menajamkan pikiran-pikiran yang didapat dari membaca, menulis dan mengalami APAPUN. Harus jadi tradisi baru," tulis Budiman Sudjatmiko.

Tak hanya itu menurut Budiman Sudjatmiko debat ini dilakukan dengan tujuan untuk melihat kelayakan Koalisi Adil Makmur dalam memimpin negeri.

"Semuanya saja..dari konsep, implementasi dan isunya.

Sampai kondisi lapangannya juga fakta2 empirisnya..

Kita lihat apa tim mereka layak memimpin negeri ini. Jgn cuma bisa drama..." tulis Budiman Sudjatmiko.

Budiman Sudjatmiko Komentari Kasus Ratna Sarumpaet

Budiman Sudjatmiko menduga aktivis Ratna Sarumpaet bukanlah aktor tunggal di kasus kebohongannya.

Polemik kebohongan Ratna Sarumpaet menggemparkan publik belakangan ini.

Ratna Sarumpaet mengungkapkan kebohongan terkait kasus penganiayaan yang dialaminya.

Hal itu diungkapkan ketika konferensi pers di kediamannuya di Kawasan Kampung Melayu, Jakarta Timur pada Rabu (3/10/2018).

Ratna mengakui sebenarnya tak ada kasus penganiayaan yang dialaminya.

"Jadi tidak ada penganiayaan, itu hanya cerita khayal entah diberikan oleh setan mana ke saya, dan berkembang seperti itu," tegas Ratna Sarumpaet.

Potret wajah Ratna Sarumpaet yang lebam sempat tersebar di media sosial itu ternyata akibat operasi sedot lemak di RS Bina Estetika.

Atas kejadian ini, Ratna Sarumpaet kini telah ditahan oleh Polda Metro Jaya.

Ratna ditahan setelah diperiksa penyidik. Kabis Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, alasan penahanan Ratna salah satunya karena penyidik khawatir yang bersangkutan melarikan diri.

"Jadi kenapa dilakukan penahanan, alasannya subyektivitas penyidik, jangan sampai melarikan diri, mengulangi perbuatannya, dan menghilangkan barang bukti," kata Argo, di Mapolda Metro Jaya, Jumat (5/10/2018).

Argo mengatakan, Ratna akan ditahan di Polda Metro Jaya selama 20 hari ke depan.

Penahanan atas Ratna Sarumpaet itu membuat Budiman Sudjatmiko angkat bicara.

Budiman Sudjatmiko menduga sebenarnya ada aktor lain yang terlibat dalam kasus ini.

"Patut diduga bahwa ini bukanlah aktor tunggal karena cerita yang dibuat terlalu besar untuk dikerjakan Ratna Sarumpaet," tuturnya dikutip dari kanal YouTube iNewsOfficial pada Sabtu (6/10/2018).

"Saya kenal Ratna Sarumpaet, ini diluar kapasitasnya untuk membuat cerita yang dramatis," sambungnya.

Budiman Sudjatmiko juga menyatakan, mempercayai Ratna Sarumpaet sebagai aktor tunggal sama saja dengan mempercayai kasus Lee Harvey Oswald membunuh Presiden Kennedy.

"Ini bukan soal konspirasi. Di era sekarang, cerita yang dialami Ratna Sarumpaet bukanlah cerita baru," imbuhnya.

"Di banyak negara, plot itu terjadi," lanjutnya.

Budiman Sudjatmiko lalu mengungkapkan beberapa kasus yang sempat diselidikinya.

"Bahkan di 2017 saat Pilkada DKI, kita juga sedang mendengar ada orang yang menuduh TGB sebagai tikus kotor tapi juga tak diketahui siapa yang mengatakannya," katanya.

"Saya pernah diselidiki saat kasus Ahok di tahun 2017, ternyata ada plot tertentu," sambungnya.

Budiman Sudjatmiko menegaskan, plot yang dilakukan tiap kali ada peristiwa politik itu hampir mirip.

"Akan sangat kebetulan jika itu berbeda skenario," tuturnya.
Untuk itu, Budiman Sudjatmiko meminta polisi untuk mencari tahu apakah peristiwa Ratna Sarumpaet merupakan bagian plot tertentu atau tidak.

Tak hanya itu, Budiman juga menegaskan jika sosok Ratna Sarumpaet bukanlah orang yang harus memikul dosa besar atas peristiwa ini.

"Dia tidak pernah memulai dengan sungguh-sungguh itu semua," ucapnya.

Budiman Sudjatmiko mengatakan, jika Ratna Sarumpaet hanya mengeluhkan kepada satu pihak itu merupakan haknya.

Meski demikian, jika pihak tersebut menyebarkannya ke publik maka hal tersebut menjadi masalah. (TribunJakarta.com/Kurniawati Hasjanah)

Penulis: Rr Dewi Kartika H
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved