Cerita Usman Tukang Becak di Pejagalan: Narik Sejak Harga Becak Masih Rp 75 Ribu

Usman mengaku sudah malang melintang di sejumlah wilayah di DKI Jakarta, terutama Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Jakarta Pusat

Cerita Usman Tukang Becak di Pejagalan: Narik Sejak Harga Becak Masih Rp 75 Ribu
TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Usman (49), tukang becak di Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (8/10/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, PENJARINGAN - Tekad Usman (49) untuk menjadi tukang becak sudah bulat sejak pertama kali ia merantau ke DKI Jakarta dari kampungnya di Jawa Barat sejak tahun 1980-an.

Kini, tukang becak yang mangkal di Shelter Becak Terpadu Jalan Fajar, RW 17, Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara tersebut sudah tak berniat lagi mencari pekerjaan lain.

Pria paruh baya itu menuturkan bahwa bekerja sebagai tukang becak sudah menjadi jalan hidupnya sejak lama.

Usman sempat berniat menjadi pekerja pabrik maupun kuli bangunan. Namun, karena sehari-harinya ia masih cinta pada pekerjaannya mengayuh becak untuk mengantarkan penumpang ke tujuan mereka, Usman mengurungkan niatnya untuk mencari pekerjaan lain.

"Masih mau aja, ya namanya usaha saya ini aja, kalo mau jadi pabrik udah nggak bisa sih, sama tadinya juga mau jadi pekerja bangunan aja. Tapi ya udah narik aja," kata Usman ketika ditemui TribunJakarta.com, Senin (8/10/2018).

Tiket Pertandingan Persija Jakarta Vs Perseru Serui di Stadion Patriot Sepi Peminat

Selama 30 tahun lebih menarik becak, Usman mengaku sudah malang melintang di sejumlah wilayah di DKI Jakarta, terutama Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Jakarta Pusat.

Tak jarang pula Usman ditertibkan oleh petugas Satpol PP. Lantaran terkena garukan oleh petugas, Usman terpaksa beberapa kali membeli becak baru.

Usman mengaku, pada tahun 1980an, harga satu unit becak masih berada di nominal Rp 75 ribu. Sekarang, harga satu unit becak yang Usman gunakan sehari-harinya bernilai Rp 2 juta.

"Saya udah ganti becak berapa kali, kena garuk beli lagi, kena garuk, beli lagi. Sekarang mah, onderdilnya mahal, kalo beli baru saya Rp 2 juta. Dulu mulai narik becak itu masih harga becak baru Rp 75 ribu. Baru itu dulu, tahun 1980an," jelas dia.

Usman menuturkan, dari pekerjaannya menarik becak, dirinya sudah mampu menyekolahkan tiga orang anaknya. Bahkan, salah satu anaknya bisa menyelesaikan pendidikan tinggi.

"Saya anak tiga, sudah pada berumah tangga semua. Usaha saya narik becak ini buat ngurusin anak sampe SMA, ada yang kuliah juga. Sekarang kerjaannya sudah enak, gajinya udah Rp 6 juta sebulan," kata Usman.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved