Dipindah ke Shelter Becak Terpadu, Tukang Becak di Pejagalan Mengatakan Pendapatan Menurun Drastis

Tukang becak di kawasan Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara, kini sudah lebih tertib semenjak disediakan Shelter Becak Terpadu

TribunJakarta/Gerald Leonardo Agustino
Shelter Becak Terpadu di Kelurahan Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara. 

Sistemnya bak pangkalan ojek, di mana tukang becak yang berada di barisan terdepan akan menarik penumpang terlebih dahulu, baru setelahnya becak yang di baris belakang.

Menyambangi Tiga Shelter Becak Terpadu di Kelurahan Pejagalan

Sebut Fasilitas Shelter Kampung Kunir sudah Lengkap, Kadisdukcapil DKI: Sudah Kaya di Surga

Pengusaha Minyak Tewas Ditembak di Pejagalan karena Persaingan Bisnis

Menurut Sohibin, dengan adanya sistem itu, jumlah penumpangnya juga berkurang cukup drastis.

"Kalo sekarang ya kaya tukang ojek, ganti-gantian. Kadang-kadang bisa 10 kali narik, sebelumnya lebih, bisa 20 kali narik sehari," kata Sohibin.

Senada dengan Sohibin, tukang becak lainnya Usman (49) mengatakan, ditempatkannya para tukang becak di shelter terkadang membuat penumpang malas untuk menghampiri para tukang becak.

Berbeda seperti dulu, di mana penumpang tinggal mencegat tukang becak yang sedang melintas.

"Kalo enaknya, dulu penumpang kan nyegat becak yang lewat, jadi muternya enak," kata Usman.

Usman menambahkan, tarif sekali antar yang para tukang becak dapatkan berkisar antara Rp 7 ribu-Rp 20 ribu.

Bahkan, Usman mengaku pendapatannya lebih banyak saat dulu tukang becak masih berkeliaran meski kerap diciduk petugas Satpol PP.

"Pendapatannya malah banyakan waktu dilarang tuh malah nyari duitnya lebih enak karena boleh muter," kata Usman.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved