Rombongan Pendekar Silat Diduga Lakukan Penyerangan di Tulungagung, Begini Penjelasan Polisi

Ribuan orang dari Kecamatan Bandung melakukan protes ke Polres Tulungagung.

Rombongan Pendekar Silat Diduga Lakukan Penyerangan di Tulungagung, Begini Penjelasan Polisi
Surya/Istimewa
Sisa motor yang dibakar rombongan pendekar silat. 

TRIBUNJAKARTA.COM, TULUNGAGUNG - Ribuan orang dari Kecamatan Bandung melakukan protes ke Polres Tulungagung.

Mereka menuntut polisi mengusut tuntas penyerangan di Desa Suruhan Lor.

Selain itu massa juga mempertanyakan 11 laporan penyerangan pendekar silat yang tidak pernah diusut.

Kabag Ops Polres Tulungagung, Kompol M Khoiril mengatakan, tidak ada kelalaian dalam kejadian penyerangan permukiman warga Desa Suruhan Lor, Kecamatan Bandung, Tulungagung, Minggu (7/10/2018) dini hari.

Dalam kejadian itu satu orang kritis, dua orang terluka, 10 rumah dirusak, 7 motor dirusak dan dibakar serta sebuah musala dirusak.

Khoril mengungkapkan, ada ribuan orang dari perguruan silat yang melintas di Kecamatan Bandung.

Mereka berasal dari Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Blitar, Kediri dan Tulungagung.

Mereka baru saja mengikuti kegiatan di wilayah Kabupaten Trenggalek.

Pihaknya sudah mengantisipasi dengan melakukan penjagaan di sepanjang rute yang ditempuh massa.

“Ada dua titik yang kami jaga, satu di perbatasan Durenan (Trenggalek) dan Kecamatan Bandung, serta di Gondang (berbatasan dengan Trenggalek),” ungkap Khoiril.

Halaman
12
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved