Warga Curiga Pelaku Pembunuh Pelajar di Depok Rampas Handphone Korban untuk Beli Narkoba

Menurutnya, sikap Rifai mulai berubah dan diduga mengkonsumsi narkoba sejak berkawan dan kerap bermalam di kontrakan Hendra.

Warga Curiga Pelaku Pembunuh Pelajar di Depok Rampas Handphone Korban untuk Beli Narkoba
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Lokasi jasad Ali Akbar (14) ditemukan tewas mengenaskan di Sawangan, Depok, Senin (8/10/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, SAWANGAN - Ketua RT 01/RW 09 Kelurahan Cinangka, Jayadi curiga Ahmad Rifai (19) alias Papay merampas handphone Xiaomy milik Ali Akbar (14) guna dijual untuk membeli narkoba.

Kecurigaanya berdasar pada ditangkapnya sahabat Rifai, Hendra sekira satu bulan lalu karena kasus penjambretan dan kepemilikan narkoba jenis sabu.

"Kalau di kalangan warga motifnya karena ingin merampas handphone korban untuk dijual buat beli narkoba. Satu bulan lalu sahabat dia ditangkap karena kasus jambret, tapi pas polisi geladah kontrakannya ada sabu juga. Makannya lama di dalam (penjara)," kata Jayadi di Sawangan, Depok, Senin (8/10/2018).

Menurutnya, sikap Rifai mulai berubah dan diduga mengkonsumsi narkoba sejak berkawan dan kerap bermalam di kontrakan Hendra.

Hanya beberapa kali Rifai yang pernah bekerja sebagai buruh pabrik pembuat jemuran bercengkrama dengan remaja di sekitar lingkungan rumahnya.

"Sehabis kenal Hendra mulai bandel lah, matanya kadang suka merah atau enggak benar begitu, kayak orang pakai narkoba. Nongkrongnya juga sama anak-anak yang penampilannya enggak benar begitu. Kalau di lingkungan sini sih lumayan sopan, kalau ada orang permisi," ujarnya.

Seperti Jayadi, Nurhayati (32) yang juga warga RW 09 curiga Rifai merampas handphone Akbar karena butuh uang membeli narkoba.

Dugaannya didasarkan pada hubungan antara Rifai dengan korban yang tidak pernah terlihat berselisih.

"Saya kenal Akbar, anaknya baik, enggak pernah ada masalah. Sepengetahuan warga dia enggak pernah bermasalah sama Papay. Makannya kita mikir dia ngambil handphone untuk beli narkoba," tutur Nurhayati.

Halaman
12
Penulis: Bima Putra
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved