DPRD Kota Bekasi Soroti Praktik Prostitusi dan Peredaran Narkoba di Apartemen

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi menyoroti praktik prostitusi dan bisnis ilegal di apartemen.

DPRD Kota Bekasi Soroti Praktik Prostitusi dan Peredaran Narkoba di Apartemen
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Apartemen Center Point di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Kota Bekasi. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI TIMUR - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi menyoroti praktik prostitusi dan bisnis ilegal di apartemen.

Ketua Komisi I DPRD Kota Bekasi, Choriman J. Putro mengatakan, maraknya aksi kriminal antara lain prostitusi dan peredaran narkoba di apartemen disebabkan minimnya akses publik yang dapat dijangkau.

Apartemen, menurut dia, sebagai sebuah tempat tinggal dan menginap mengusung konsep privasi dari masing-masing penghuni yang sangat tinggi.

Namun justru hal itu malah digunakan sebagai peluang terjadinya praktik kriminal.

"Penjagaan privasi penghuni apartemen itu sangat tinggi, namun tidak ada akses publik yang menyebabkan peluang untuk menjadikan tempat praktik kriminal itu terjadi," kata Choriman, Selasa (9/10/2018).

Dia menambahkan, pihaknya ingin ada sebuah aturan baru yang nantinya mampu meminimalisir praktik kriminal seperti prostitusi dan transaksi narkoba yang terjadi di apartemen.

Dimana pihak manajemen apartemen akan terkena dampaknya apabila mereka tidak memiliki sistem untuk bisa mengatasi, mengantisipasi munculnya tindakan kriminal yang serupa.

"Pengelola itu harus dikenakan sanksi apabila mereka tidak memiliki sistem sistem antisipasi lalu mengauditnya. Kemudian mengabaikan kemungkinan terjadinya ruang atau kamar ataupun unit apartemennya menjadi lahan untuk kriminal," tegas dia.

Dia juga mengapresiasi langkah dari Kepolisian yang telah melakukan operasi ke apartemen yang marak disalah gunakan sebagai lokasi praktik prostitusi.

"Saya berikan apresiasi kepada kepolisian, karena ini kan muncul, misalnya jual beli narkoba di apartemen atau peluang-peluang yang lain, yang sudah memiliki resiko terkait dengan pemanfaatan secara illegal unit-unit apartemen menjadi pusat kriminal," jelas dia.

Sebelumnya, Polres Metro Bekasi Kota baru-baru ini berhasil membongkar prkatik prostitusi online yang bersarang di Apartemen Center Point Bekasi.

Sebanyak 24 orang berhasil diamankan saat operasi yang digelar Sabtu malam, 6 september 2018 lalu.

Selanjutnya, dari 24 orang tersebut tiga diantaranya telah ditetapkan sebagai diantaranya Mustakim, Saputra dan Jenio.

Cegah Rabies, Pemkot Jakarta Selatan Vaksinasi 32 Hewan Penular Rabies

Warga Berhamburan Keluar Rumah dan Lihat Pusaran Saat Angin Kencang Landa Semper Barat

Sapto Yogo Purnomo Raih Emas Kedua di Nomor Sprint 100 Meter

Ketiganya diduga berperan sebagai germo wanita Pekerja Seks Komersial (PSK) yang dijajakan melalui akun media sosial Twitter dan Facebook.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved