Polemik Ratna Sarumpaet

Akui Kepintaran Prabowo Cs, Ruhut Sitompul: Yang Jadi Korban Kelakuan Ratna Sarumpaet Jokowi-Ma'ruf

Kasus Ratna Sarumpaet dituding sebagai rekayasa Kubu Jokowi-Ma'ruf Amin, Ruhut Sitompul lantas memberikan tanggapan.

Akui Kepintaran Prabowo Cs, Ruhut Sitompul: Yang Jadi Korban Kelakuan Ratna Sarumpaet Jokowi-Ma'ruf
Tribunnews.com/Herudin // Kompas.com/Rima Wahyuningrum
Ratna Sarumpaet dan Ruhut Sitompul 

"Jadi tidak ada penganiayaan, itu hanya cerita khayal entah diberikan oleh setan mana ke saya, dan berkembang seperti itu," tegas Ratna Sarumpaet.

Potret wajah Ratna Sarumpaet yang lebam sempat tersebar di media sosial itu ternyata efek operasi sedot lemak di Rumah Sakit Bina Estetika, Menteng, Jakarta Pusat.

Atas kejadian ini, Ratna Sarumpaet kini telah ditahan oleh Polda Metro Jaya.

Ratna ditahan setelah diperiksa penyidik.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan alasan penahanan Ratna salah satunya karena penyidik khawatir yang bersangkutan melarikan diri.

"Jadi kenapa dilakukan penahanan, alasannya subyektivitas penyidik, jangan sampai melarikan diri, mengulangi perbuatannya, dan menghilangkan barang bukti," kata Argo, di Mapolda Metro Jaya, Jumat (5/10/2018).

Argo mengatakan, Ratna akan ditahan di Polda Metro Jaya selama 20 hari ke depan.

Penahanan ini membuat kubu Prabowo Subianto dan Jokowi angkat bicara.

Budiman Sudjatmiko menduga ada aktor lain yang terlibat dalam kasus ini.

"Patut diduga bahwa ini bukanlah sesuatu yang berdiri sendiri. Kenapa saya katakan demikian? bukan sekali aja peristiwa politik terjadi di berbagai pemilihan umum," tuturnya dikutip dari kanal YouTube Kompas TV pada Selasa (9/10/2018).

"Pertama, conditioning, bagaimana sentimen agama dimunculkan di Pilkada DKI Jakarta, lalu ada juga sentimen tentang emak-emak dimunculkan di penganiayaan emak-emak. Sekali lagi ini pernyataan politik," sambungnya.

Hingga kemudian, Budiman Sudjatmiko menegaskan, kasus ini patut diduga terjadi telah dirancang.

Politikus Gerindra, Andre Rosade, mengatakan alasan Budiman Sudjatmiko cs yang membahas kasus Ratna Sarumpaet terus-menerus karena pemerintah gagal mengelola ekonomi, dolar naik dan Lombok berteriak.

"Mereka membutuhkan narasi baru untuk menutupi kegagalan," tutur Andre.

Tak terima dengan tanggapan Andre, Budiman menyatakan, tim Prabowo cs itu haus atas kepahlawanan.

"Masalahnya kenapa harus memunculkan pahlawan-pahlawan palsu dan drama palsu, apakah sedemikian mereka fakirnya terhadap kepahlawanan," papar Budiman.

Budiman Sudjatmiko mengatakan analisisnya di balik dugaaan kasus Ratna Sarumpaet itu.

"Sebuah proses untuk memunculkan Ratna Sarumpaet tanpa verifikasi. Rancangan informasi (by design, red) tak harus dari proses yang panjang. Bu Ratna hanya sampaikan kepada keluarga dan tidak melakukan proses publikasi atas kebohongan dia kepada keluarga. Kemudian, itu dipakai oleh kelompok sekitar Prabowo ke ranah politik untuk melakukan konferensi pers," jelasnya.

"Bukan doorstop interview, hanya konferensi pers dengan tim yang lengkap," sambungnya.

Tindakan tersebut diartikan Budiman Sudjatmiko sebagai seolah Jokowi melakukan serangan kepada lawan politiknya.

"Sebuah panggung politik untuk menggoreng seolah Pak Jokowi akan melakukan penganiayaan," tegasnya.

Andre menyatakan, seketika Ratna Sarumpaet mengaku berbohong maka tim Prabowo telah memberhentikan aktivis tersebut sebagai tim pemenangan.

Tak hanya itu, Ratna juga telah dilaporkan ke polisi.

Bahkan, Andre Rosiade menantang agar dugaan Budiman Sudjatmiko itu dibuktikan kepada polisi.

"Boleh Mas Budiman dan Mba Dini mimpi siang bolong membangun narasi kalau ini ada konspirasi, silakan buktikan ke polisi," imbuhnya.

Andre menegaskan jila memang tim Prabowo telah memberikan kasus Ratna Sarumpaet kepada polisi.

Penulis: Rr Dewi Kartika H
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved