Minimnya Pengawasan Orang Tua Jadi Pemicu Fenomena Grup WA Pelajar SMP Berisi Konten Porno

Komisi Perlindungan Anak Daerah Bekasi menilai, pemicu grup Whatsapp pelajar SMP di Cikarang Selatan yang berisi konten porno minim pengawasan

Minimnya Pengawasan Orang Tua Jadi Pemicu Fenomena Grup WA Pelajar SMP Berisi Konten Porno
efe
WhatsApp. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, CIKARANG SELATAN - Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Bekasi menilai, pemicu adanya grup Whatsapp (WA) pelajar SMP di Cikarang Selatan yang berisi konten porno disebabkan minimnya pengawasan orang tua.

Komisioner KPAD Kabupaten Bekasi, Muhammad Rozak mengatakan dari 24 pelajar yang tergabung dalam grup tersebut, hampir semua mengunci ponselnya agar tidak mudah dibuka oleh orang lain.

Namun ketika pihaknya menanyakan orang tua siswa, mayoritas orang tua tidak tahu kunci atau kata sandi untuk membuka ponsel anaknya sendiri.

"Itu artinya orang tua tidak pernah mengontrol atau mengawasi isi ponsel anaknya, padahal ponsel tersebut diberikan orang tua untuk anaknya, seharusnya orang tua tetap perlu mengawasi," kata Rozak, Rabu (10/10/2018).

Orang tua kata dia, harus lebih sering lagi mengawasi, ponsel kata Rozak bukan hanya sebagai alat komunikasi semata, ponsel saat ini bisa menjadi alat yang justru membahayakan jika tidak ada kontrol dari penggunanya.

"Anak ini kan belum mampu mengontrol, mereka tentu punya rasa keingintahuan yang tinggi, disini peran orang tua yang harusnya dapat membimbing dan mengontrol," ungkap Rozak.

Guru yang Diduga Doktrin Siswa Agar Antijokowi Telah Dibina Kepala Sekolah

Harga Cabai dan Sayuran di Pasar Koja Baru Naik, Pedagang Keluhkan Sepinya Pembeli

H+12 Penanganan Bencana di Sulteng, BNPB: 2.045 Orang Meninggal Dunia

Selain itu kata dia, Kabupaten Bekasi yang mayoritas orang tuanya adalah pekerja sering disibukkan dengan pekerjaan hingga jarang memiliki waktu dengan anak, padahal komunikasi dengan anak adalah kunci untuk mengontrol tingkah dan prilaku anak.

"Anak-anak itu lebih nyaman ke handphone-nya, karena anak-anak itu tidak waktu bercerita ke orang tuanya, begitupun sebaliknya orang tua pulang sudah sore atau malam hari, pulang itu bukannya ngobrol sama anaknya malah kadang ada yang langsung istirahat," tuturnya.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved